Suaranusantara.com – Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana, menyampaikan apresiasinya atas langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan pembekalan awal kepada jajaran kabinetnya.
Menurut Aditya, pendekatan ini memiliki urgensi untuk memperkuat tim dan kapasitas organisasi (capacity building) dalam pemerintahan yang baru. “Sebagai organisasi itu sesuatu yang baik,” ujarnya dalam perbincangan di Pro3 RRI.
Aditya menilai, pendekatan yang dilakukan Prabowo ini tergolong unik dan belum banyak diterapkan oleh para presiden sebelumnya.
Terlebih, Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran terdiri dari anggota dengan latar belakang yang beragam, yang memerlukan keselarasan visi dan misi.
“Mereka yang duduk di kabinet tidak semuanya dari awal merupakan tim pendukung Pak Prabowo. Sehingga menyamakan visi misi dan cara berpikir menjadi sesuatu yang urgent,” tambah Aditya.
Pemilihan Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah, sebagai lokasi pembekalan juga dianggap Aditya sebagai langkah yang mencerminkan kenyamanan dan preferensi Prabowo terhadap gaya militer.
“Saya melihatnya mungkin Pak Prabowo nyaman dengan gaya seperti itu (memberi pembekalan dengan gaya militer),” ucapnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 24-27 Oktober 2024 tersebut, para Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, Utusan, dan Staf Khusus Presiden tampak mengenakan pakaian loreng ala militer.
Aditya menduga bahwa pembekalan ini tidak semata-mata akan berfokus pada materi militer, melainkan lebih pada brainstorming dan pemahaman mendalam tentang visi misi pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya kira dalam pembekalan itu tidak sepenuhnya bicara soal militer. Namun lebih kepada brainstorming pemahaman soal visi misi pemerintah,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan keselarasan dalam kabinet yang baru terbentuk, sehingga seluruh anggota kabinet dapat bekerja secara sinergis untuk mewujudkan visi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pengamat Apresiasi Pembekalan Kabinet oleh Presiden Prabowo di Akmil Magelang
Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana, menyampaikan apresiasinya atas langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan pembekalan awal kepada jajaran kabinetnya.
Menurut Aditya, pendekatan ini memiliki urgensi untuk memperkuat tim dan kapasitas organisasi (capacity building) dalam pemerintahan yang baru.
“Sebagai organisasi itu sesuatu yang baik,” ujarnya dalam perbincangan di Pro3 RRI pada Kamis.
Aditya menilai, pendekatan yang dilakukan Prabowo ini tergolong unik dan belum banyak diterapkan oleh para presiden sebelumnya.
Terlebih, Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran terdiri dari anggota dengan latar belakang yang beragam, yang memerlukan keselarasan visi dan misi.
“Mereka yang duduk di kabinet tidak semuanya dari awal merupakan tim pendukung Pak Prabowo. Sehingga menyamakan visi misi dan cara berpikir menjadi sesuatu yang urgent,” tambah Aditya.
Pemilihan Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah, sebagai lokasi pembekalan juga dianggap Aditya sebagai langkah yang mencerminkan kenyamanan dan preferensi Prabowo terhadap gaya militer.
“Saya melihatnya mungkin Pak Prabowo nyaman dengan gaya seperti itu (memberi pembekalan dengan gaya militer),” ucapnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 24-27 Oktober 2024 tersebut, para Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, Utusan, dan Staf Khusus Presiden tampak mengenakan pakaian loreng ala militer.
Aditya menduga bahwa pembekalan ini tidak semata-mata akan berfokus pada materi militer, melainkan lebih pada brainstorming dan pemahaman mendalam tentang visi misi pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya kira dalam pembekalan itu tidak sepenuhnya bicara soal militer. Namun lebih kepada brainstorming pemahaman soal visi misi pemerintah,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan keselarasan dalam kabinet yang baru terbentuk, sehingga seluruh anggota kabinet dapat bekerja secara sinergis untuk mewujudkan visi pemerintahan Prabowo-Gibran.


















Discussion about this post