Suaranusantara.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan di pasar spot. Berdasarkan data Bloomberg, pukul 9.21 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 15.474 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 79 poin (0,51 persen) dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 15.395 per dolar AS.
Menurut Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar keuangan, meskipun pergerakan rupiah pagi ini menunjukkan tren negatif, prospek pemangkasan suku bunga the Fed tahun depan bisa memberikan dukungan bagi rupiah.
Survei dari CME FedWatch Tool juga menunjukkan adanya peningkatan probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan Januari, Maret, dan Mei 2024.
“Peluang penguatan rupiah terhadap dollar AS masih terbuka hari ini dengan masih tingginya ekspektasi pasar soal suku bunga The Fed. Potensi penguatan hari ini ke kisaran Rp 15.350 per dollar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.450 per dollar AS,” ujar Ariston dikutip dari rekan media
Sementara itu, mengacu kurs tengah Jisdor, nilai tukar rupiah pada Rabu (29/11/2023) pada level Rp 15.384 per dollar AS, atau menguat dari nilai tukar Selasa (28/11/2023) sebesar Rp 15.450 per dollar AS.
Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di Bank Mandiri kurs jual dipatok pada Rp 15.440 per dollar AS. Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.
Sementara untuk kurs beli di Bank Mandiri adalah Rp 15.420 per dollar AS. Kurs beli ini berarti bila Kamu ingin menjual dollar AS maka pihak bank akan membelinya pada posisi ini.
Berikut nilai tukar rupiah per dollar AS hari ini di 5 bank:
Bank Jual Beli
Mandiri 15.440 15.420
BNI 15.483 15.463
BCA 15.480 15.460
CIMB Niaga 15.480 15.465
BRI 15.480 15.460(kml)


















Discussion about this post