
Jakarta-SuaraNusantara
Memasuki masa tenang kampanye yang berlangsung mulai 12-14 Februari 2017, Bawaslu DKI Jakarta mulai mencopot segala bentuk atribut kampanye Pilkada. Pencopotan dilakukan mulai Minggu (12/2/2017) pukul 00.00 WIB.
Bawaslu berkeinginan agar tidak ada lagi alat peraga kampanye yang terpasang selama masa tenang. selain Bawaslu, penertiban alat peraga kampanye akan dilakukan bersama panitia pengawas pemilu, Satpol PP, dan tim kampanye.
“Bawaslu akan melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Minggu (12/2/2017) terkait atribut kampanye di masa tenang,” ujar Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Masa tenang sebelum pemungutan suara pada Rabu (15/2/2017), menurut Jufri akan memberikan kesempatan kepada warga DKI Jakarta untuk menentukan hak pilihnya. Ia berharap, tidak ada gangguan maupun intimidasi untuk memilih salah satu paslon tertentu.
“Hari tenang memberikan keselamatan kepada warga untuk berpikir menentukan siap yang layak di antara ketiga paslon. Karena masyarakat sudah menyaksikan kampanye sekitar 4 bulan,” ujarnya.
Ahok-Djarot Teratas Menurut Survei SMRC
Sementara itu, dalam survei terhadap elektabilitas Cagub-Cawagub DKI Jakarta yang dirilis lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Ahok-Djarot berada di peringkat pertama, sementara Anies-Sandiaga dan Agus-Sylvi berada di peringkat 2 dan 3.
“Kami menanyakan kepada responden jika pemilihan berlangsung saat ini, siapa yang akan dipilih. Hasilnya, Ahok-Djarot memperoleh elektabilitas 39,1 persen, Anies-Sandiaga 33,5 persen dan Agus-Sylviana 19,9 persen,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam keterangannya, Sabtu (11/2/2017).
Sementara untuk jumlah responden yang belum tahu atau belum menentukan pilihan yakni sebesar 7,5 persen. Survei dilakukan pada 3-9 Februari 2017 terhadap 1.600 orang dengan metode stratified systematic random sampling. (Cipto)

















