Suaranusantara.com- DPRD DKI Jakarta menyerukan agar operasi terhadap praktik premanisme di ibu kota tak hanya bersifat sesaat. Langkah penegakan hukum dinilai harus dilakukan secara kontinu untuk menjaga kenyamanan dan rasa aman masyarakat.
Hilda Kusuma Dewi, anggota Komisi A dari DPRD DKI Jakarta, mengungkapkan penghargaan atas kinerja aparat gabungan seperti Polri, TNI, Satpol PP, dan pihak terkait lainnya yang telah bergerak mengatasi gangguan keamanan tersebut.
Ia menilai, operasi semacam itu akan efektif jika dijalankan secara rutin, seperti melalui patroli keliling yang dilakukan secara berkala. Ia mengingatkan, tindakan yang hanya bersifat musiman tidak akan memberikan efek jangka panjang.
Sebagai legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, Hilda juga menyebut telah menjalin komunikasi dengan Satpol PP dan memberikan sejumlah rekomendasi agar pemberantasan premanisme dapat lebih maksimal ke depannya.
“Kita sudah memberikan edukasi, kita juga sudah memberikan masukan, supaya mereka (Satpol PP) lebih aktif lagi, sehingga kerja mereka lebih produktif,” kata Hilda.
“Mereka keliling setiap hari untuk melihat bentuk-bentuk istilahnya premanisme. Ada tawuran, ada sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan aturan,” sambung dia.
Selain itu berkoordinasi dengan Satpol PP DKI Jakarta, Hilda mengungkapkan, koordinasi dengan pihak kepolisian juga telah dilakukan. Untuk mengetahui lebih rinci kawasan-kawasan yang rawan dengan tindakan premanisme.
“Kita dari Komisi A juga sudah bertemu kemarin dengan pihak polisian dari Polda juga, kita juga sudah berkoordinasi agar tindakan-tindakan hal seperti ini, lebih dimasifkan lagi,” ungkap Hilda.
Lebih lanjut, Hilda berhadap ke depan penegakkan terhadap premanisme harus tetap gencar dilakukan. Terlebih guna menumbuhkan rasa aman bagi setiap warga Indonesia, khususnya dari sektor ekonomi.
“Investor-investor juga pasti akan melihat negara ini aman, dan bisa untuk menumbuhkan rasa mereka ingin berinvestasi untuk perekonomian Indonesia lebih baik lagi,” kata Hilda.


















Discussion about this post