
Riau-SuaraNusantara
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, kerja sama antara Sinar Mas Agribusiness and Food dengan perusahaan energi asal Spanyol Cepsa, dapat memperluas pintu ekspor sawit Indonesia ke pasar Eropa.
“Jaringan bersama Eropa sangat penting. Untuk itu, joint venture diharapkan akan membawa nama baik bagi CPO Indonesia,” ujar Airlangga pada Peresmian Pabrik Oleokimia PT. Energi Sejahtera Mas di Kawasan Lubuk Gaung, Dumai, Riau, Kamis (14/9/2017).
Iindustri sawit, kata Airlangga, merupakan salah satu sektor strategis bagi Indonesia karena sebagai produsen dan eksportir terbesar dunia. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai 21 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung. “Kontribusi kelapa sawit juga mencapai USD20 miliar pada tahun 2016,” tuturnya.
Dalam bidang industri pengolahan, Indonesia berpeluang menjadi pusat industri sawit global untuk keperluan pangan, non pangan, dan bahan bakar terbarukan. Kemenperin mencatat, Indonesia berkontribusi sebesar 48 persen dari produksi CPO dunia dan menguasai 52 persen pasar ekspor minyak sawit.
“Ini menjadi kekuatan yang sangat besar pada konstelasi pasar domestik dan internasional bagi produk hilir minyak nabati,” imbuh Airlangga.
Sementara Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food Franky O. Widjaja mengungkapkan, usaha patungan ini diciptakan dengan visi untuk menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Apalagi menurutnya, penjualan alkohol lemak berbasis nabati kian diminati sebagai bahan baku untuk produk perawatan pribadi dan deterjen cair. “Upaya kami ini untuk meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ucapnya.
Pabrik oleokimia yang menelan nilai investasi mencapai Rp 4,77 triliun ini akan memproduksi asam lemak dan lemak alkohol berkapasitas 160.000 metrik ton per tahun dan memiliki pangsa pasar di kawasan Asia, Eropa Timur dan Eropa Barat. Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia.
“Kami akan mendukung pertumbuhan industri bahan kimia di Indonesia melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terdepan yang berkelanjutan,” kata Deputy CEO Sinar Mas Cepsa, José María Solana.
Pabrik di Dumai ini sepenuhnya telah beroperasi secara mandiri dengan mampu menghasilkan listrik serta mengolah limbah dan logistiknya sendiri. Selain itu, pabrik ini berlokasi strategis karena bersebelahan dengan Kilang minyak Lubuk Gaung milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang memasok minyak inti sawit untuk pabrik tersebut. Kilang Minyak Lubuk Gaung telah memperoleh sertifikasi RSPO dan dapat ditelusuri asal bahan bakunya.
“Kami juga memiliki area tanam dengan total luas nasional mencapai lebih 480 ribu hektare dan menciptakan lapangan kerja 170.700 tenaga kerja indonesia,” ujar Vice Chairman dan CEO Cepsa Pedro Mino. Di Indonesia, perusahaan ini akan melakukan kegiatan budidaya dan pengolahan tandan buah segar menjadi CPO dan inti sawit, serta penyulingan jadi produk minyak goreng, margarin, biodiesel.
Penulis: Askur

















