SuaraNusantara.com-Rencana China mendirikan pabrik stainless steel yang akan memproduksi sendok hingga garpu di Indonesia menuai kritik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, pertama kali mengungkapkan ketertarikan China untuk berinvestasi di Indonesia.
Luhut mengatakan, meskipun beberapa mitra Indonesia mengalami kesulitan ekonomi, hal ini tidak mengganggu target investasi Indonesia yang mencapai Rp 1.650 triliun.
“Beberapa kerja sama investasi seperti petrokimia di Kalimantan Utara dan hilirisasi stainless steel akan tetap berlanjut,” kata Luhut dalam unggahannya di Instagram pribadinya.
Baca Juga:Luhut Binsar Pandjaitan Resmi Dukung Prabowo Gibran pada Pilpres 2024
Menurut Luhut, pabrik tersebut akan fokus pada hilirisasi stainless steel dan akan menghasilkan produk rumah tangga serta peralatan medis. Indonesia juga berencana untuk mendirikan Kawasan Industri Khusus yang akan memberikan peluang bagi UMKM di sekitarnya.
Namun, rencana investasi China ini menuai sorotan dari pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto. Gigin menyoroti bahwa pemerintah Indonesia mungkin telah terkecoh oleh China.
“Udah tertipu masih sombong. Sebelumnya gembar-gembor China akan membangun pabrik mobil listrik, sekarang sekadar sendok-garpu,” cuitnya di X @giginpraginanto.
Ia mengkritik rencana tersebut, menyebut bahwa sebelumnya China berjanji untuk membangun pabrik mobil listrik, tetapi sekarang hanya berfokus pada produksi sendok dan garpu. Gigin juga menyindir bahwa mungkin akan ada rencana untuk membangun pabrik pisau dan alat lainnya, yang dapat mengancam produk dan UMKM lokal.
Baca Juga:Â Investasi Cina di Indonesia Diharap Bisa Tingkatkan Daya Saing Industri Lokal
“Jangan-jangan juga mau bikin golok, pisau, arit dan sebagainya supaya buatan lokal pada mati,” sindirnya.


















Discussion about this post