Suaranusantara.com – Program Pasar Murah Ramadan 2026 digandakan Perumda Pasar Jaya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan jumlah pelaksanaan pasar murah tahun ini hampir dua kali lipat dibanding 2025. Dari sekitar 250 kali pelaksanaan tahun lalu, pada 2026 ditargetkan mendekati 500 kali kegiatan.
“Tahun lalu pasar murah sekitar 250 kali, tahun ini kami tingkatkan hampir 100 persen menjadi kurang lebih 500 kali. Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan,” kata Agus dalam Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Program Pasar Murah Ramadan 2026 telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta di 116 gerai Pasar Jaya. Bazar besar juga akan kembali dilaksanakan di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan bersama PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya.
Selain memperbanyak pasar murah, Pasar Jaya menyediakan paket sembako dan paket hari raya dengan harga Rp100.000 hingga Rp300.000. Paket tersebut dijual di gerai-gerai Pasar Jaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan.
“Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan,” ujarnya.
Dari sisi pasokan, Agus memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Per 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya mencapai 331 ton, gula pasir 84,3 ton, dan minyak goreng hampir 209 ton.
Di tingkat pedagang pasar, stok beras tercatat sekitar 186 ton ditambah beras SPHP sekitar 10,1 ton. Agus menegaskan harga relatif stabil meski terdapat fluktuasi pada komoditas cabai merah.
“Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali,” jelasnya.
Distribusi juga diperkuat hingga Kepulauan Seribu sebagai bagian dari strategi Pasar Murah Ramadan 2026. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali sebulan, kini ditingkatkan hampir setiap minggu.
“Kami tingkatkan frekuensi pengiriman ke Kepulauan Seribu menjadi hampir setiap minggu agar pasokan tetap aman selama Ramadan,” tutur Agus.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan pemerintah daerah terus mengkonsolidasikan BUMD pangan untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Ia berharap Pasar Jaya dapat terus meningkatkan inovasi dan kualitas pelayanan.
“Kami berharap BUMD pangan di Jakarta benar-benar bisa dipercaya dan mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Uus.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menambahkan peningkatan kebutuhan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri memang terjadi pada sejumlah komoditas strategis. Karena itu, optimalisasi peran Pasar Jaya dinilai penting untuk memastikan distribusi lancar dan harga tetap terkendali.

















Discussion about this post