Kabupaten Lebak – Kualitas beras sejahtera (rastra) yang dulu bernama raskin dikeluhkan oleh masyarakat Suku Baduy, di Kabupaten Lebak.
Hal itu disampaikan tetua adat Baduy Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra saat pelaksanaan Seba di Pendopo Bupati Lebak, Sabtu malam (4/5/2019).
“Masalah beas Bulog, eta aya nu ngritik ti masyarakat leutik. Mudah-mudahan bisa dikelola oleh pemerintah nu jelas, istilahna bisa kadahar lah ulah sampe kajadian nu tos-tos loba komplain masyarakat leutik (Masalah beras dikritik oleh masyarakat. Mudah-mudahan jadi perhatian pemerintah agar beras yang diberikan kualitasnya baik untuk dimakan jangan sampai terjadi kejadian yang sudah-sudah banyak masyarakat komplain),” ungkap Saidi di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Lebak.
Menjawab keluhan warga Baduy, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku hal tersebut menjadi catatan untuk disampaikan ke pihak Bulog.
“Ini jadi catatan yang akan kami sampaikan. Tetapi bangtuan nantinya akan berbeda karena sistemnya adalah bantuan pangan non tunai (BPNT). Masyarakat akan mendapat kartu yang nanti ditukar di agen-agen BPNT, agen-agen ini yang juga harus kita persiapkan,” papar Iti.(and)


















Discussion about this post