Suaranusantara.com- Perubahan harga bahan bakar kini kembali terasa. Tidak hanya satu, namun empat perusahaan sekaligus kompak melakukan penyesuaian tarif BBM nonsubsidi mereka.
Meski hanya naik ratusan rupiah per liter, dampaknya bisa cukup terasa bagi pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan BBM untuk aktivitas harian.
Penyesuaian harga berlaku untuk seluruh varian BBM nonsubsidi, mulai dari bensin oktan rendah hingga bahan bakar diesel. Rata-rata kenaikan berkisar antara Rp 230 hingga Rp 590 per liter, tergantung jenis dan merek produknya.
Pertamina, sebagai operator terbesar, menaikkan harga beberapa produk unggulannya. Kini, Pertamax (RON 92) dijual Rp 12.500 per liter, sementara Pertamax Turbo (RON 98) menyentuh Rp 13.500. Varian diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing dibanderol Rp 13.320 dan Rp 13.650 per liter. Varian ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan, menjadi Rp 13.250 per liter.
Langkah serupa juga dilakukan Shell Indonesia. Harga Shell Super kini Rp 12.810 per liter, sedangkan Shell V-Power dan V-Power Nitro+ masing-masing dijual Rp 13.300 dan Rp 13.540. Untuk varian diesel, Shell V-Power Diesel dipasarkan Rp 13.830 per liter.
BP Indonesia turut menyesuaikan tarif. BBM BP 92 kini dijual Rp 12.600, BP Ultimate Rp 13.300, dan varian diesel Ultimate Diesel dipatok Rp 13.800 per liter.
Vivo, penyedia BBM yang belakangan semakin populer, juga melakukan penyesuaian. Revvo 90 kini dijual Rp 12.730, Revvo 92 Rp 12.810, dan Revvo 95 Rp 13.300 per liter. Varian diesel Primus Plus juga mengalami kenaikan menjadi Rp 13.800 per liter.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 62.K/HK.02/MEM.M/2020, yang mengatur mekanisme harga BBM umum secara berkala mengikuti fluktuasi pasar dan kurs. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan harga melalui kanal resmi masing-masing penyedia layanan.
Kenaikan ini, meski tidak drastis, tetap menjadi perhatian terutama bagi para pengguna kendaraan harian. Tak sedikit masyarakat yang mulai mencari alternatif hemat, seperti berbagi kendaraan atau menggunakan moda transportasi publik.


















Discussion about this post