Suaranusantara.com- Masyarakat tengah dikejutkan dengan viralnya beras premium oplosan yang beredar luas di pasaran. Terlebih beras premium oplosan ini dijual di retail modern seperti Alfamart, Alfamidi dan Indomaret, yang bisa dikatakan kualitasnya pasti terjamin.
Namun, itu semua terpatahkan usai Kementerian Pertanian (Kementan) bersama polisi berhasil membongkar praktik nakal ini.
Di mana dari hasil pemeriksaan terhadap beras-beras premium yang dijual di pasaran ternyata tidak sesuai baik secara mutu, kualitas hingga takaran.
Hingga saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan. Bahkan turut memanggil sejumlah produsen beras yang diduga ikut terlibat skandal beras oplosan.
Kepala Satgas Pangan Polri Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Helfi Assegaf memaparkan ada empat produsen yang dipanggil untuk diperiksa.
Empat produsen beras itu di antaranya Wilmar Group atas produk Sania, Sovia, Siip dan Fortune. Pemanggilan pihak Wilmar itu dilakukan usai memeriksa 10 sampel beras yang berasal dari Aceh, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sulawesi Selatan, serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Selanjutnya, PT Food Station Tjipinang Jaya yang mempunyai merek Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos.
Pemeriksaan terhadap Food Station Tjipinang Jaya dilaksanakan setelah Satgas Pangan Polri mengamati sembilan sampel beras yang diambil dari Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Produsen yang ketiga adalah PT Belitang Panen Raya dengan merek beras Raja Platinum dan Raja Ultima.
PT Belitang Panen Raya dimintai keterangan usai Satgas Pangan Polri memeriksa tujuh sampel beras premium yang berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Kemudian, pemanggilan juga dilakukan terhadap PT Sentosa Utama Lestari, yang merupakan bagian dari Japfa Group dengan merek beras premium Ayana.
Satgas Pangan Polri memeriksa Sentosa Utama Lestari sesudah mengambil tiga sampel beras di Jabodetabek dan Yogyakarta.
“Iya betul (pemeriksaan dilakukan kepada perwakilan empat produsen beras premium),” ucap Helfi.


















Discussion about this post