Suaranusantara.com- Nada optimistis dari Gedung Putih tampaknya memberi efek domino ke pasar global. Setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal positif terkait negosiasi dagang dengan Presiden Xi Jinping, pelaku pasar mulai kembali percaya diri. Sentimen inilah yang mendorong rupiah sedikit naik di tengah fluktuasi dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.12 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat naik tipis dua poin atau sekitar 0,01 persen ke posisi Rp16.573 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS sendiri justru sedikit menguat 0,08 persen ke level 98,66. Sehari sebelumnya, pada perdagangan Senin (20/10), rupiah juga sempat ditutup menguat 15 poin di level Rp16.575 per dolar.
Kondisi serupa terjadi di pasar mata uang Asia lainnya. Berdasarkan laporan dari Trading View, sebagian besar mata uang regional menunjukkan pergerakan positif di awal perdagangan. Sentimen optimistis muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kesepakatan dagang besar yang saling menguntungkan. Trump juga menepis kekhawatiran pasar terhadap langkah China dalam membatasi pasokan logam tanah jarang, yang sebelumnya sempat memanaskan tensi perdagangan global.
Analis Senior dari National Australia Bank (NAB), Rodrigo Catril, menilai komentar Trump cukup efektif dalam menghidupkan kembali harapan bahwa perang dagang antara Washington dan Beijing bisa segera mereda. Suasana pasar juga semakin positif setelah pernyataan dari Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, yang memperkirakan penutupan sebagian pemerintahan AS (shutdown) dapat berakhir dalam pekan ini.
Mengutip data dari LSEG, pergerakan mata uang utama Asia pagi ini relatif bervariasi. Won Korea (USD/KRW) sedikit melemah 0,1 persen ke level 1.420,10, sementara dolar Singapura (USD/SGD) juga turun tipis 0,1 persen ke posisi 1,2927. Di sisi lain, dolar Australia (AUD/USD) justru naik 0,1 persen ke 0,6518. Meskipun penguatan rupiah masih terbatas, tren positif ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar kembali menaruh kepercayaan pada stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.


















Discussion about this post