Suaranusantara.com- Setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kini terjun bebas bak roller coaster yang kehilangan rem.
Penurunan tajam yang terjadi pada Rabu (22/10/2025) ini membuat pasar emas kembali gonjang-ganjing, menyisakan tanda tanya besar di kalangan investor yang baru saja bersorak gembira sehari sebelumnya.
Koreksi ini terjadi hanya sehari setelah emas Antam mencatatkan rekor tertingginya di level Rp2.487.000 per gram pada Selasa (21/10/2025). Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat bergerak fluktuatif, di mana pada Senin (20/10/2025) harganya sempat terkoreksi ringan sebesar Rp13.000 ke level Rp2.415.000 per gram.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali emas Antam juga ikut tergelincir dalam. Pada Rabu (22/10/2025), harga buyback turun Rp172.000 ke posisi Rp2.164.000 per gram. Penurunan ini menandai tekanan besar di pasar emas domestik setelah sebelumnya sempat menunjukkan performa impresif.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak. Untuk penjualan kembali dengan nominal di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi mereka yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Harga emas Antam untuk berbagai pecahan pun ikut tergerus. Emas ukuran 0,5 gram kini dijual Rp1.205.000, atau turun Rp88.500. Sementara untuk pecahan 1 gram dipatok Rp2.310.000 setelah merosot Rp177.000. Penurunan serupa juga terlihat pada pecahan 2 gram dan 3 gram, masing-masing turun menjadi Rp4.560.000 dan Rp6.815.000.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram dijual Rp11.325.000 setelah menyusut Rp885.000, sedangkan emas 10 gram turun drastis menjadi Rp22.595.000. Koreksi terbesar terlihat pada pecahan 1.000 gram atau 1 kilogram yang kini dihargai Rp2.250.600.000, menandakan penurunan senilai Rp177 juta atau sekitar 7,8% dibandingkan hari sebelumnya.
Fluktuasi ekstrem ini memperlihatkan betapa sensitifnya harga emas terhadap pergerakan global maupun domestik. Meski demikian, para analis menilai bahwa koreksi tajam ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk kembali masuk ke pasar dengan harga yang lebih menarik.


















Discussion about this post