Suaranusantara.com- Pasar kripto global sedang tidak baik-baik saja. Kebijakan tarif baru yang diumumkan Presiden Donald Trump untuk menekan China justru membuat harga Bitcoin tergelincir.
Ketegangan yang meningkat antara kedua negara itu menciptakan ketidakpastian yang tinggi, membuat para pelaku pasar memilih menahan diri dari aset berisiko seperti kripto.
Sebagai bentuk respons, pemerintah China juga tidak tinggal diam. Negeri Tirai Bambu itu berencana mengenakan tarif khusus bagi kapal berbendera Amerika yang berlayar ke wilayah perairannya. Langkah balasan tersebut menambah ketidakpastian di pasar, membuat investor semakin berhati-hati dan mendorong aksi jual pada aset-aset berisiko, termasuk kripto.
Berdasarkan data terkini, harga Bitcoin (BTC) masih bertahan di kisaran US$108.433. Namun, dalam sepekan terakhir nilainya sudah turun sekitar 3,5%, sementara dalam 24 jam terakhir melemah 2,8%. Penurunan ini menjadi cerminan kekhawatiran pasar terhadap dampak perang dagang yang semakin meluas.
Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menilai ketegangan antara AS dan China menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar aset digital. Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global menyebabkan krisis likuiditas dan menimbulkan sentimen negatif di kalangan investor. “Situasi ini memicu likuidasi posisi leverage yang bisa memperparah penurunan harga dalam jangka pendek,” ungkapnya.
Meski begitu, Resna menilai peluang untuk pemulihan atau rebound masih terbuka, terutama jika kedua negara raksasa itu menunjukkan tanda-tanda meredakan konflik dagang atau jika ada intervensi kebijakan moneter yang menenangkan pelaku pasar. “Rebound sangat mungkin terjadi jika ketegangan mereda atau muncul kabar positif. Dalam kondisi seperti ini, disiplin dalam mengelola risiko menjadi kunci,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memperkirakan bahwa pergerakan harga kripto dalam beberapa hari ke depan masih akan cenderung berfluktuasi. Tekanan jual kemungkinan tetap kuat hingga pertengahan minggu, sementara potensi pemulihan baru akan terlihat menjelang akhir pekan.
Fenomena ini sekaligus mempertegas bahwa pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global. Sentimen negatif sekecil apa pun dapat mengguncang pergerakan harga aset digital, yang memang terkenal sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi dan politik internasional.


















Discussion about this post