Suaranusantara.como- Awal pekan ini menjadi momen menggembirakan bagi investor pasar saham Indonesia. IHSG kembali membuka perdagangan dengan semangat positif, ditopang kinerja sejumlah sektor unggulan seperti energi, keuangan, hingga infrastruktur yang kompak menghijau.
Hanya berselang satu menit setelah pembukaan, IHSG sempat terkoreksi tipis namun masih bertahan di zona positif dengan kenaikan 0,27 persen ke posisi 8.341. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 255 saham mengalami penguatan, sementara 162 saham terkoreksi, dan 239 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi di awal sesi tergolong aktif, dengan nilai perdagangan mencapai sekitar Rp1,4 triliun dan volume saham yang berpindah tangan mencapai lebih dari 1 miliar lembar.
Pergerakan positif IHSG pagi ini turut ditopang oleh penguatan di sejumlah sektor utama. Sektor energi, keuangan, infrastruktur, industri, properti, transportasi, serta konsumer siklikal tercatat berada di zona hijau. Sebaliknya, sektor bahan baku, kesehatan, teknologi, dan konsumer nonsiklikal masih tertekan dan bergerak di area negatif.
Tak hanya pasar saham yang bergerak positif, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan. Di pasar spot, mata uang Garuda dibuka naik 18 poin atau 0,11 persen ke level Rp16.699 per dolar AS. Penguatan rupiah ini dipicu oleh rilis data ekonomi nasional yang menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,04 persen pada kuartal III-2025, lebih tinggi dari ekspektasi sejumlah analis.
Pengamat pasar menilai, kombinasi antara data ekonomi yang solid dan sentimen positif dari investor domestik menjadi faktor utama pendorong kenaikan IHSG di awal perdagangan hari ini. Namun demikian, pelaku pasar masih diminta berhati-hati mengingat volatilitas global yang masih tinggi menjelang akhir tahun.


















Discussion about this post