Suaranusantara.com- Pergerakan harga perak di pasar domestik kembali berbalik arah. Produk perak murni dari PT Aneka Tambang Tbk terpantau melemah signifikan pada Rabu (25/2/2026), setelah sebelumnya mencatat kenaikan beruntun.
Harga perak Antam hari ini turun Rp 800 dan berada di level Rp 54.150 per gram. Koreksi tersebut terjadi tak lama setelah reli singkat pada dua hari perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, harga sempat naik Rp 700, sedangkan pada Senin melonjak lebih tinggi dengan kenaikan Rp 1.100 per gram.
Tak hanya satuan gram, produk perak Antam dalam ukuran besar juga mencerminkan harga terkini yang lebih rendah. Perak murni 250 gram dipatok Rp 13,93 juta sebelum pajak, dengan harga akhir setelah PPN 11 persen menembus Rp 15,47 juta. Untuk ukuran 500 gram, banderol dasar berada di kisaran Rp 27,07 juta, sementara harga setelah pajak mencapai sekitar Rp 30,05 juta.
Di segmen koleksi premium, perak Antam Heritage ukuran 31,1 gram dibanderol sekitar Rp 2,23 juta atau Rp 2,47 juta setelah pajak. Sementara varian 186,6 gram dipasarkan di kisaran Rp 12,26 juta, dengan harga akhir setelah PPN mendekati Rp 13,62 juta.
Koreksi harga di dalam negeri turut dipengaruhi oleh pergerakan perak global yang kembali melemah. Harga perak spot internasional tercatat turun lebih dari 1 persen ke area US$ 87 per troy ons pada perdagangan Selasa, setelah sehari sebelumnya mencapai puncak tertinggi lebih dari dua pekan. Tekanan dari pasar global ini memberi sentimen negatif bagi pergerakan harga perak di Tanah Air.

















Discussion about this post