Suaranusantara.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu 9 April 2025 mengumumkan penundaan sementara tarif impor tinggi ke puluhan negara termasuk Indonesia.
Sebelumnya, tarif impor tinggi Trump itu mulai diberlakukan kemarin Rabu tepat pada pukul 11.05.
Namun, kurang dari 24 jam Trump mengumumkan menunda sementara tarif impor tinggi ke puluhan negara termasuk Indonesia.
Penundaan sementara tarif impor tinggi Trump itu berlaku selama sembilan puluh hari atau tiga bulan lamanya.
Adapun alasan Trump mendadak memutuskan penundaan sementara tarif impor tinggi lantaran melihat gejolak pasar yang sangat dramatis – volatilitas paling tajam sejak masa-masa awal pandemi Covid-19.
Triliunan dolar menguap dari bursa saham dunia, sementara lonjakan tiba-tiba pada imbal hasil obligasi pemerintah AS menarik perhatian Gedung Putih.
“Saya melihat tadi malam bahwa orang-orang mulai merasa mual,” kata Trump, dilansir Reuters. “Pasar obligasi sekarang tampak indah,” Kamis 10 April 2025.
Keputusan mendadak ini mengejutkan namun berdampak positif bagi nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS.
Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis 10 April 2025 dibuka pada posisi Rp16.800/US$, rupiah atau menguat 0,36%.
Posisi ini berbeda dengan kemarin Rabu 9 April 2025 yang ditutup pada level Rp16.860/US$.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09:08 WIB turun 0,11% di angka 102,78. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 102,9.
Hal positif tampaknya akan terefleksi bagi pasar keuangan domestik usai Trump mengumumkan untuk menunda tarif yang lebih tinggi selama 90 hari untuk sebagian besar negara, sebuah pembalikan mengejutkan dalam perang dagangnya yang telah mengguncang pasar secara drastis.
Dalam sebuah unggahan di platform X sekitar pukul 13:30 waktu setempat, Trump menulis bahwa ia mengambil keputusan tersebut karena lebih dari 75 mitra dagang tidak melakukan pembalasan dan telah menghubungi AS untuk “membahas” beberapa isu yang telah ia angkat sebelumnya.
Namun, penundaan tersebut tidak berlaku untuk China, yang telah melakukan pembalasan-dengan menaikkan tarif hingga 84%. Sebaliknya, Trump justru menaikkan tarif untuk negara tersebut menjadi 125%, berlaku segera.
“Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China terhadap Pasar Dunia, saya dengan ini menaikkan Tarif yang dikenakan kepada China oleh Amerika Serikat menjadi 125%, berlaku segera. Pada suatu titik, semoga dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari menipu AS, dan negara-negara lain, tidak lagi dapat dipertahankan ataupun diterima.” tulis Trump.


















Discussion about this post