Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Kesehatan

Mengenal Penyakit Kanker Hati yang Merenggut Nyawa AM Fatwa

Suara Nusantara by Suara Nusantara
14 December 2017
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
4
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-SuaraNusantara

Andi Mappetahang Fatwa atau lebih dikenal sebagai AM Fatwa, meninggal pada usia 78 tahun di Rumah Sakit MMC Jakarta, Kamis (14/12/2017) pagi tadi pukul 06.25 WIB.

Almarhum yang kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939 ini diketahui mengidap penyakit kanker hati stadium 4.

BACAJUGA

Prabowo Bagikan Bonus ke Atlet Sea Games 2026, Berapa Besarannya? Ini Rinciannya

Bagikan Bonus ke Atlet Sea Games, Prabowo Ingatkan Jangan Cepat Puas: Kita Negara Keempat Terbesar di Dunia Harus Berjuang Lebih Keras Lagi

Keponakan almarhum, Andi Agung Baso Amir mengatakan, kondisi kesehatan pamannya memang  memburuk belakangan ini hingga keluar masuk rumah sakit. Tekanan darahnya pun dalam kondisi tidak stabil.

Namun baru pada bulan September lalu, ketika AM Fatwa baru kembali dari Filipina untuk acara DPD, dia didiagnosa menderita kanker hati stadium 4.

“Terakhir kali dua minggu lalu (bertemu almarhum). Pernah saya datang ke rumah, ternyata dari Filipina langsung masuk RS MMC,” ujar Andi di rumah duka, Jalan Palem Nomor 11, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Menurut Andi, pamannya tak pernah mengeluhkan penyakit yang diderita padahal kankernya sudah stadium 4. “Kelebihan beliau tidak pernah merasa sakit, jadi kita enggak ngerti beliau sakit, malah kita sebagai keluarga kaget, tiba sakit Lever stadium 4,” ujar Andi.

AM Fatwa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis sore ini.

Waspada Kanker Hati di Negara Berkembang

Kanker hati sesuai namanya adalah kanker yang bermula dari organ hati atau liver. Ada dua klasifikasi kanker hati berdasarkan lokasi pertumbuhan atau penyebarannya (metastasis), yaitu kanker hati primer dan sekunder. Kanker hati primer adalah kanker yang berawal di organ hati dan termasuk jenis kanker yang berpotensi fatal. Kanker hati sekunder bermula dari bagian tubuh lain kemudian menyebar dan tumbuh di organ hati.

Salah satu jenis kanker hati yang paling umum adalah hepatocellular carcinoma (HCC)/hepatoma yang merupakan kanker hati primer yang berkembang dari sel hati utama yang bernama hepatosit. HCC terjadi sekitar 75% dari keseluruhan kanker hati primer. Kanker ini dapat merupakan komplikasi dari penyakit hepatitis (peradangan pada organ hati) dan kondisi sirosis (jaringan hati normal digantikan oleh jaringan parut).

Penyakit ini paling sering terjadi di negara-negara miskin dan berkembang. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 18.000 kasus baru kanker hati setiap tahunnya, berdasarkan data pada tahun 2012. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penderita hepatitis B dan C yang saat ini mencapai 30 juta jiwa.

Penyebab pasti kanker hati masih belum diketahui, tetapi penyakit ini diperkirakan berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis atau pengerasan hati. Penyakit sirosis dapat disebabkan oleh infeksi  virus hepatitis B atau hepatitis C.

Penderita hepatitis B atau C mengalami peradangan hati yang berisiko memicu kerusakan serta timbulnya jaringan parut di organ hati. Kondisi ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker hati.

Kebiasaan merokok, minum kopi berlebihan, minuman keras dapat memicu timbulnya kanker hati. Selain itu, obesitas dipercaya juga dapat meningkatkan risiko kanker hati karena berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik.

Dikutip dari alodokter.com, diketahui faktanya hanya 1 dari 5 penderita kanker hati yang dapat bertahan hidup setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. Dan hanya 1 dari 20 pengidap yang dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun. Hal ini dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.

Maka agar kanker hati dapat terdiagnosis lebih dini, orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit tersebut disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin dan teratur. Kelompok orang yang berisiko tinggi ini adalah mereka yang positif terinfeksi hepatitis B dan C serta yang pernah mengidap sirosis. Manfaat dari pemeriksaan rutin adalah untuk mendiagnosis kanker hati pada stadium awal, yaitu saat pengobatan untuk kepulihan total lebih memungkinkan.

Risiko kanker hati dapat dikurangi dengan menghindari risiko terinfeksi hepatitis B dan C dengan mendapatkan vaksinasi dan melakukan hubungan seksual secara aman. Tidak kalah penting, terapkan gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan dan olahraga teratur agar tubuh terhindar dari obesitas.

Selain itu, hindari konsumsi minuman keras berlebihan dan rokok. Jika Anda ingin menindik atau menato tubuh, pastikan untuk melakukannya di tempat yang memiliki tingkat kesterilan yang terjamin.

Umumnya pengidap kanker hati stadium awal tidak merasakan gejala yang berarti. Gejala baru akan terlihat jelas pada stadium lanjut.  Meski demikian beberapa gejala berikut ini dapat diwaspadai sebagai gejala kanker hati:

  • Merasa sangat lelah dan lemas
  • Sakit perut
  • Gatal-gatal
  • Organ hati membengkak
  • Merasa mual dan muntah
  • Ascites atau penumpukan cairan di dalam perut. Perut terlihat membengkak.
  • Tungkai membengkak karena penumpukan cairan.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab
  • Kulit dan bagian putih mata yang menguning
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna putih seperti kapur

Gejala-gejala di atas memang bersifat umum dan tidak selalu menjadi penanda kanker hati, tapi tetap lebih baik untuk melakukan pemeriksaan. Cobalah berkonsultasi kepada dokter jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas termasuk orang yang pernah mengidap sirosis atau terinfeksi hepatitis.

Penulis: Cipto

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kanker payudara banyak diderita wanita muda (Instagram @akupresuresemarang.official)
Kesehatan

Waspada! Bukan cuma Faktor Keturunan, Banyak Wanita Muda Kena Kanker Payudara Apa Penyebabnya?

by Feri Spt
31 August 2026

Suaranusantara.com- Kanker payudara, kini menjadi salah satu penyakit mematikan...

Irwan Hidayat bos Sido Muncul (Instagram @the.founders_)
Kesehatan

Bos Sido Muncul Irwan Hidayat Ungkap Rahasia di Balik Tubuh Bugar meski Berusia 79 Tahun, Mengaku Masa Muda Sering Sakit-sakitan

by Feri Spt
6 July 2026

Suaranusantara.com- Siapa yang tak kenal dengan Irwan Hidayat, si...

Ilustrasi sakit ginjal, kenali tandanya (Instagram @win_bodyslim)

Dianggap Sepele, Kenali Ini Tanda-tanda Ginjal Mulai Bermasalah

3 July 2026
Ilustrasi warna urine (Instagram @safiyafood)

Waspada! Cek Warna Urinemu Sekarang, Jika Warnanya seperti Ini Tandanya Ginjalmu Rusak

3 July 2026

Bukan Cuma Serangan Jantung, Dokter Ungkap Penyebab Pelari Maraton Meninggal Mendadak

15 June 2026
Hari Dharma Karya Dhika, Kalapas Rangkasbitung dan Jajaran Ikut Donor Darah

Momen Penting 14 Juni: Sejarah dan Makna di Balik Hari Donor Darah Sedunia

14 June 2026

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

8 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

8 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

8 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

8 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi Bahlil Lahadalia bicara soal dipanggil Presiden Prabowo pada Kamis 29 Oktober 2026 (Instagram @bahlilahadalia)
Nasional

Dipanggil Prabowo, Bahlil: Bahas Listrik Desa hingga Industri Baterai

by Feri Spt
30 October 2026

Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 29 Oktober 2026 memanggil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung apresiasi massa dan aparat jaga fasilitas publik Ibu Kota saat aksi demo, Rabu 28 Oktober 2026

Pramono Anung Bersyukur Aksi Demo 28 Oktober Berjalan Tertib, Massa hingga Aparat Jaga Fasilitas Publik

29 October 2026
BEM UI akan kembali menggelar aksi demo di Bundaran HI, Jakarta pada Rabu 28 Oktober 2026 (Instagram @pubivox)

Ramai di Medsos Simbol Tiga Jari saat Demo 28 Oktober, Apa Maknanya?

29 October 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 di Balai Kota Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026 (Instagram @dkijakarta)

Targetkan Jakarta Bebas TBC 2030, Pramono Anung Siapkan Ini…

29 October 2026
Momen Presiden Prabowo terima tamu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 28 Oktober 2026 (Instagram @nusand_tara)

Prabowo Terima Tamu Menlu Singapura di Hambalang, Ini Isi Pertemuannya

29 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com