Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Eks Penyidik Senior KPK Kritik Habis Langkah Febri Diansyah Bela Hasto Kristiyanto di Pengadilan

Feri Spt by Feri Spt
14 March 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Eks Penyidik Senior KPK Kritik Habis Langkah Febri Diansyah Bela Hasto Kristiyanto di Pengadilan

Eks Penyidik Senior KPK Kritik Habis Langkah Febri Diansyah Bela Hasto Kristiyanto di Pengadilan

2
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Febri Diansyah mantan Kabiro Humas sekaligus Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK) tengah menjadi perbincangan hangat lantaran keputusannya kini membela Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat yang akan digelar pada Jumat 14 Maret 2025.

Sejumlah pihak menyoroti langkah Febri Diansyah, salah satunya adalah Eks Penyidik Senior KPK, Praswad Nugraha.

Praswad mengkritik langkah Febri Diansyah yang kini bergabung menjadi kuasa hukum Hasto Kristiyanto.

BACAJUGA

Staf Administrasi KPK dari Kepolisian Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang, Kok Bisa? Begini Modus yang Digunakan

Waduh! KPK Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Mirisnya Salah Satunya Staf Administrasi KPK dari Kepolisian

Menurut Praswad, dengan bergabungnya Febri sebagai kuasa hukum Hasto, maka itu menunjukan integritas mantan Kabiro Humas KPK itu.

Kata Praswad, langkah Febri menjadi kuasa hukum
Hasto tentu merupakan pilihan pribadi. Namun, Praswad berujar, Febri mengetahui peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Harun Masiku yang gagal di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) kala itu.

“Bagaimana situasi teror yang dialami tim penyelidik dan penyidik KPK di lapangan, diintervensi. Bahkan dicoba untuk dikriminalisasi dan difitnah saat sedang melaksanakan shalat di masjid PTIK,” ujar Praswad melalui keterangan tertulis, Kamis, 13 Maret 2025.

Oleh karena itu, Praswad mengatakan dengan Febri bergabung menjadi kuasa hukum Hasto, maka menunjukkan level integritasnya secara tersirat melalui keputusan itu.

“Hal tersebut menyiratkan di level mana integritas yang bersangkutan sesungguhnya,” kata Praswad.

Terlebih, kata dia, masih kental di ingatan para penyelidik dan penyidik KPK pada 2019, ketika Hasto merupakan pihak yang aktif mendukung keputusan mantan pesiden Joko Widodo melemahkan KPK melalui revisi UU KPK.

Pada akhirnya, 57 penyidik dan pegawai KPK disingkirkan secara bengis dengan melanggar hak asasi manusia.

Terlebih menurut Praswad, dengan langkah Febri memutuskan menjadi kuasa hukum Hasto. Maka menambah daftar jejaknya dalam keberpihakan kepada tersangka korupsi.

Sebelumnya, kata dia, Febri pernah berhadapan dengan KPK di pengadilan saat menjadi kuasa hukum Syahrul Yasin Limpo yang pada akhirnya terbukti bersalah.

“Di sini bisa dilihat bahwa konstruksi pembuktian unsur perkara tindak pidana korupsi tidak bisa dilawan dengan pencitraan dan jualan dongeng cerita romantika saat menjadi jubir KPK,” kata Praswad.

Dia mengingatkan, bahwa Febri  tidak pernah menjadi penyidik maupun penyelidik. Artinya, tidak pernah melaksanakan proses penyidikan, penyelidikan, serta pengumpulan alat bukti saat bekerja menjadi pegawai KPK.

Semua yang disampaikan Febri terkait dakwaan Hasto, menurut Praswad justru menegaskan bahwa kehadirannya tidak memberikan nilai tambah dalam sidang Hasto nanti. Dia menuding Febri hanya mengedepankan pencitraan.

“Kehadiran yang bersangkutan tidak memberikan nilai tambah dalam pembelaan Hasto di persidangan, karena pencitraan dan misleading informasi kepada publik tidak pernah mengalahkan kebenaran fakta serta kelengkapan alat bukti yang dimiliki oleh KPK dalam perkara ini,” ujarnya.

Meskipun tidak pernah menjabat sebagai penyidik KPK dan tidak pernah menyusun konstruksi pembuktian perkara selama bekerja di KPK, namun Praswad mengingatkan agar Febri tidak menyalahgunakan predikat sebagai eks pegawai KPK.

“Yang bersangkutan tetap memiliki kewajiban moral untuk tidak menggunakan predikat mantan pegawai sebagai tiket untuk membela koruptor demi kepentingan pribadi,” tuturnya.

Tags: Febri DiansyahHasto KristiyantoKPKPraswad Nugraha
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bicara soal potensi lonjakan harga minyak (Instagram @menkeuri)
Nasional

Eskalasi Geopolitik, Purbaya Wanti-wanti Potensi Lonjakan Harga Minyak 2027

by Feri Spt
10 September 2026

Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti potensi...

Menkeu Purbaya angkat bicara soal pembukaan rekening bank warga RI pakai APBN (Instagram @menkeuri)
Nasional

Airlangga Ungkap Dana Pembuatan Rekening Bank Warga RI Bersumber dari APBN: Butuh Anggaran Rp 11 Triliun

by Feri Spt
10 September 2026

Suaranusantara.com- Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan untuk...

Menkeu Purbaya angkat bicara soal pembukaan rekening bank warga RI pakai APBN (Instagram @menkeuri)

Prabowo Minta Bukakan Rekening Bank Warga RI Pakai Duit APBN, Purbaya Angkat Bicara

10 September 2026
Cek bansos cuma dari hp (Instagram @pusatdatinkesos)

Bansos September 2026 Cair, Coba Cek Ada Nama Kamu Nggak Begini Caranya

10 September 2026
Presiden Prabowo Subianto hadiri acara HUT ke 25 Partai Demokrat, Rabu 9 September 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Puji Sikap Partai Demokrat: Tak Berkuasa, Tidak Mencaci Maki

10 September 2026
Presiden Prabowo Subianto menanggapi pidato AHY di momen puncak perayaan HUT ke 25 Partai Demokrat, Rabu 9 September 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Akui Pidato Politik AHY Bernuansa Kritik Pemerintahan: Terimakasih Atas Koreksinya

10 September 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

6 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

6 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

6 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

6 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

6 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Momen Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat puncak perayaan HUT ke 25 Partai Demokrat (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Kelakar Prabowo di Hadapan SBY: Satu Angkatan, Beliau Taruna Terbaik tapi Saya Taruna yang Bisa Diperbaiki

by Feri Spt
10 September 2026

Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto di momen puncak perayaan HUT ke 25 Partai Demokrat yang berlangsung pada Rabu...

AHY saat meluruskan pidato politiknya di hadapan Presiden Prabowo Subianto di HUT ke 25 Partai Demokrat, Rabu 9 September 2026 (Instagram @pdemokrat)

HUT ke 25 Demokrat, AHY di Hadapan Prabowo Luruskan Soal Pidato Politiknya

10 September 2026
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan.

Johan Rosihan: Stok Beras Tinggi Tapi Harga Naik, Pemerintah Harus Bongkar Rantai Distribusi

9 September 2026
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat bicara soal pendidikan di Indonesia

Lestari Moerdijat: Reforma Agraria Harus Mampu Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

9 September 2026
Anggota DPR RI Marinus Ge(Foto: Suaranusantara/Ilwan Nehe)

Marinus Gea ke Imigrasi: Orang Asing Cari Makan di RI, WNI Malah Disiksa di Luar Negeri

9 September 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com