Suaranusantara.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam kegiatan bursa kerja (job fair) di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Kemenaker menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi.
Meski demikian, Kemnaker mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang telah berinisiatif menggelar job fair tersebut.
“Kami memahami tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari peluang kerja dan melihat peristiwa ini sebagai cerminan bahwa kebutuhan terhadap informasi dan akses kerja masih sangat besar. Sehingga penyelenggaraan job fair harus direncanakan dengan matang dan sebaik mungkin,” kata Kepala Biro Humas Kemnaker Sunardi Manampiar Sinaga dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Menurut Sunardi, kedatangan pengunjung dalam jumlah besar pada job fair wajar terjadi, sebab itu merupakan bentuk konsolidasi peluang kerja dalam satu tempat.
Beda halnya jika proses lamaran kerja konvensional yang dilakukan langsung ke perusahaan sehingga tidak menimbulkan keramaian.
“Job fair merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah dalam mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan penyedia lapangan kerja di satu tempat. Oleh karena itu, tentu penyelenggaraannya harus dirancang secara baik dan tertib,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pencari kerja pingsan karena saling berdesakan di acara job gair ‘Bekasi Pasti Bisa Expo’ yang digelar di President University Convention Center, Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/5/2025). Terpantau, kebanyakan dari mereka adalah perempuan.


















Discussion about this post