Suaranusantara.com- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto diketahui tengah menjalani masa penahanan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) sejak Februari 2025 lalu.
Meski tengah menjalani masa penahanan di rutan KPK, Hasto tetap produktif menjalankan aktifitasnya sebagai politisi dengan menuangkan dalam sebuah karya tulis.
Hasto diketahui walau mendekam di balik tembok rutan, dia aktif menulis buku. Ada sebanyak lima buku yang sudah berhasil dia tulia.
“Sekjen PDI Perjuangan menyampaikan pesan bahwa beliau telah menulis beberapa buku, ada 5 buku selama ditahan di Rutan Merah Putih KPK,” kata Guntur Romli di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis 5 Juni 2025.
Buku yang ditulis Hasto adalah hasil dari refleksi Sekjen PDI Perjuangan. Hasto kata Guntur dalam menulis buku melakukan tirakat dengan berpuasa tiga hari tiga malam.
“Buku ini merupakan refleksi Sekjen PDI Perjuangan terhadap perjuangan tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan ini ditulis melalui proses tirakat, puasa selama 3 hari 3 malam dan juga, yang itu menunjukkan bahwa Sekjen sehat secara jiwa dan raga dan mampu menulis 5 buku,” tambahnya.
Di sela persidangan, Hasto menunjukan salah satu bukunya yang ditulisnya berjudul ‘Spiritualitas PDI Perjuangan’. Hasto mengatakan buku itu dipersembahkan untuk Megawati Soekarnoputri.
“Khusus buku ‘Spiritualitas PDI Perjuangan’, yang hari ini kami persembahkan ke Ibu Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan bagaimana semangat perjuangan yang harus dibangun,” kata Hasto Kristiyanto di sela sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis.
Kata Hasto buku itu berisi sebanyak 285 halaman. Walau dalam kondisi ditahan jiwa dan semangatnya tidak padam.
“Buku setebal 285 halaman ini mengungkapkan bagaimana semangat perjuangan yang harus dibangun. Ketika saya ditahan, jiwa dan semangat saya terus berkobar, sehingga di dalam malah semakin produktif, semakin sehat jiwa dan raga,” ujarnya.
Ia menjelaskan buku tersebut merupakan salah satu dari lima buku yang dirinya tulis selama di dalam rutan.
Dia mengatakan bahwa buku Spiritualitas PDI Perjuangan menggambarkan perjuangan seluruh kader PDIP yang menyatu dengan cita-cita Indonesia Raya.
Lalu ada buku lain yang berjudul Suara Kemanusiaan, yang ia tulis untuk menggambarkan cita-cita kemanusiaan dan keadilan.
Kata Hasto, semua buku-buku itu dipersembahkan untuk mencerdaskan bangsa.
“Semua kami persembahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun kesadaran hukum,” ungkapnya.
Selain menulis buku, Hasto juga menjalin hubungan akrab dengan sesama tahanan di rutan KPK.


















Discussion about this post