Suaranusantara.com- Polemik ijazah Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang dituding palsu belum juga usai. Terbaru, Polda Metro Jaya pada Kamis 3 Juli 2025 memanggil ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad untuk menjalani pemeriksaan.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif diperiksa sebagai saksi terkait tudingan ijazah palsu yang ditujukan kepada bosnya itu.
“Saya memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro atas pemberian kesaksian terhadap kasus yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” kata Kompol Syarif saat dihubungi, Kamis 3 Juli 2025.
Adapun sebelumnya, beberapa waktu lalu Jokowi melaporkan sejumlah nama ke Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya.
Syarif saat ditanyai awak media terkait materi, dia enggan merinci. Namun, Syarif menjelaskan bahwa pemeriksaan telah selesai.
“Sudah selesai. (materi pemeriksaan) silakan ditanyakan ke penyidik,” imbuhnya.
Diketahui, Jokowi melaporkan dugaan fitnah terkait tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki laporan tersebut.
Laporan tersebut sudah teregister dan ditangani Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Jokowi melapor terkait Pasal 310 dan 311 KUHP dan Pasal 27A, 32, serta 35 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Jokowi menyerahkan sejumlah barang bukti dalam laporan terkait tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Total ada 24 objek media sosial yang diserahkan kepada penyidik.
Selain di Polda Metro Jaya, kasus tudingan ijazah palsu juga bergulir di Bareskrim Polri. Setelah dilakukan penyelidikan, Bareskrim menegaskan ijazah milik Jokowi asli dan sama dengan pembanding.
Laporan yang bergulir di Bareskrim pun akhirnya disetop. Namun Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) sebagai pelapor meminta gelar perkara khusus yang akan digelar pada Rabu 9 Juli 2025 pekan depan.


















Discussion about this post