Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan pentingnya kemandirian industri lokal dalam mempercepat transisi energi nasional.
Hal ini ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Pabrik solar panel terintegrasi PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), Rabu (24/9/2025).
“Dalam hal kebijakan transisi energi, manfaat terbesar seharusnya didapatkan oleh industri dalam negeri,” ujar Eddy.
Direktur PT TMAI Lokita Prasetya, Kepala Administrasi Kawasan Ekonomi Kendal (KEK) Tjerja Karya Adil, serta jajaran PT PLN Indonesia Power. Ia menekankan, keberadaan TMAI yang menjadi pabrik sel surya dan modul surya terintegrasi terbesar di Asia Tenggara harus berfungsi sebagai akselerator energi terbarukan.
“Kita berlimpah dengan potensi energi terbarukan mencapai 3.600 gigawatt (GW) dengan 3.300 GW di antaranya berasal dari tenaga surya. Namun data pada tahun 2024 menunjukkan kapasitas energi surya yang terpasang baru mencapai 675 megawatt (MW). Perlu upaya lebih kuat lagi mendorong pemanfaatan energi surya sebagai upaya akselerasi menuju energi terbarukan,” jelas Eddy.
Ia berharap kapasitas terpasang tenaga surya di Indonesia dapat menembus skala gigawatt dalam waktu dekat.
Sementara itu, Wakil Direktur PT TMAI Lokita Prasetya menyatakan dukungan penuh terhadap agenda pemerintah. Menurutnya, TMAI siap menjadi bagian penting dari rantai pasok energi surya.
“Kami di TMAI siap menjadi bagian dari program pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan transisi energi serta seperti pesan Pak Eddy tadi bahwa industri lokal harus berdaya dan berperan strategis dalam rantai pasoknya,” tutup Lokita.


















Discussion about this post