Suaranusantara.com- Tragedi ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur menyita perhatian masyarakat luas termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.
Ambruknya ponpes Al Khoziny itu terjadi saat para santri tengah menunaikan ibadah solat ashar skeitar pukul.15.00 WIB.
Ketika tengah solat, mushola ponpes Al Khoziny ambruk seketika. Alhasil para santri terjebak dalam reruntuhan. Para santri banyak mengalami luka bahkan meninggal dunia.
Hal ini menjadi perhatian serius Prabowo, dia pun memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh ponpes yang ada di Indonesia.
“Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Minggu 5 Oktober 2025.
Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar diberikan bantuan kepada pondok pesantren yang membutuhkan perbaikan, serta memperhatikan proses renovasi dan pengembangan bangunan sesuai standar keamanan.
“Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” pungkas Seskab Teddy.
Adapun Prabowo memberikan intruksi tersebut usai memanggil sejumlah menteri ke kediamannya di Jalan Kertanegara Jakarta Selatan pada Minggu malam.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 5 Oktober 2025 sejak pukul 00.00 WIB sampai pukul 23.30 WIB, sebanyak 24 jenazah telah ditemukan, termasuk empat potongan tubuh manusia akibat robohnya ponpes Al-Khoziny.
“Data ini menambah akumulasi data korban meninggal dunia menjadi 49 orang, sedangkan jumlah bagian tubuh yang ditemukan menjadi lima potongan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.


















Discussion about this post