Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

HNW : Pelaksanaan Empat Pilar MPR, Modal Dasar Kuatkan NKRI Menuju Indonesia Emas 2045

snc4 by snc4
3 November 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
HNW

HNW

3
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR Dr.H.M. Hidayat Nur Wahid atau HNW mengatakan Empat Pilar MPR (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara) penting dipahami dan dilaksanakan dengan baik dan benar, karena itu adalah modal dasar bagi bangsa dan negara Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kata HNW, itu akan terjadi, antara lain bila Empat Pilar MPR dipahami dengan baik dan benar dan dilaksanakan sebagaimana dilakukan para pahlawan pendiri bangsa pada masa penyiapan Indonesia Merdeka.

HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, menyampaikan hal itu dalam sosialisasi Empat Pilar MPR kepada pengurus serta jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Timur (NTT) serta para kader dan simpatisan PKS NTT di Kupang, Sabtu (1/11/2025). Turut sebagai narasumber anggota MPR Fraksi PKS yang juga Presiden PKS, Almuzammil Yusuf.

BACAJUGA

HNW Dukung Perdamaian AS-Iran: Untuk Hindarkan Dunia dari Krisis dan Kembali Fokus Atasi Tragedi di Gaza Merdekakan Palestina

HNW Soal Calon Jemaah Gagal Berangkat : Hak Harus Diberikan dan Hukum Harus Ditegakkan

Sosialisasi ini dihadiri Ketua DPW PKS NTT Rusding, Ketua MPW PKS NTT Anwar Hajral, ketua-ketua DPD PKS di NTT, Ketua MUI Kupang, pimpinan beberapa Ormas di Kupang, dan Gen Z dari berbagai Kampus di Kupang.

Menurut HNW, para pahlawan Pendiri Bangsa memberikan keteladanan bahwa keragaman mereka–termasuk beragama ada Muslim maupun non Muslim, ada dari Jawa maupun luar Jawa, ada yang berpendidikan agama maupun umum, belajar di Indonesia maupun luar Indonesia, mereka ada yang dari partai nasional kebangsaan ada juga yang partai nasional KeIslaman, bahkan juga ada yang dari organisasi kemasyarakatan–tetapi justru dari keragaman (bhinneka) itu membuat mereka bisa berjuang bersama (tunggal ika) menyepakati kemerdekaan Republik Indonesia dengan dasar dan ideologi negara adalah Pancasila, dan kemudian menjaga dan mengembalikan Indonesia pada NKRI setelah diubah melalui KMB menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat).

“Kita diwarisi legacy spirit kejuangan dari kebhinnekaan menghadirkan tunggal ika, dengan ideologi Pancasila yang hadir melalui dialog, saling memberi, saling menerima, dengan segala dinamikanya, sejak 1 Juni 1945 (BPUPK), 22 Juni 1945 (Panitya 9) hingga akhirnya pada 18 Agustus 1945(PPKI), Pancasila diterima secara bersma sebagai ideologi Negara Indonesia Merdeka. Para pendiri bangsa yang beragam itu tidak memaksakan kehendak, tidak saling menafikan terjebak pada ego masing-masing dengan mendikte, tapi mereka saling mendekat, kemudian bersama-sama menyepakati Pancasila sebagai dasar negara,” jelasnya.

“Spirit kenegarawanan seperti itu terulang lagi, ketika Republik Indonesia dipecah Belanda menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), tapi dapat kembali menjadi NKRI melalui Mosi Integral yang disampaikan dari Partai Masyumi, Moh Natsir. Moh Natsir yang Ketua Fraksi Partai Islam Masyumi itu menyerap aspirasi dan mendatangi daerah-daerah, juga bertemu dengan pimpinan dari semua partai politik di parlemen RIS termasuk Partai Nasional, Partai Katolik, Partai Kristen, Partai Sosialis Indonesia dan lainnya, dan semua partai bahkan Bung Hatta dan Bung Karno menyetujui Mosi Integral yang disampaikannya di rapat Paripurna Parlemen RIS pada 3 April 1950, sehingga Indonesia kembali menjadi NKRI,” imbuhnya.

HNW menambahkan Indonesia bisa menjadi NKRI karena sebagai kelanjutan warisan toleransi, warisan saling dukung mendukung, kuat menguatkan, saling memberi, untuk menyelamatkan cita-cita Indonesia Merdeka.

Karena itu, lanjut HNW, kalau ingin melihat nasib bangsa 20 tahun yang akan datang, saat akan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 100 dengan Indonesia Emasnya, penting makin disiapkan dari sekarang, 20 tahun sebelumnya. Sebagaiamana dahulu para Bapak Bangsa juga secara intensif mempersiapkan Indonesia Merdeka 20 tahun sebelum kemerdekaan diproklamasikan, salah satu puncaknya adalah dengan hadirnya Sumpah Pemuda ke 2 pada 28 Oktober 1928 yang menegaskan tentang disepakatinya satu nusa satu bangsa satu bahasa Indonesia, dan pertamakali dikumandangkannya lagu Indonesia Raya yang nantinya menjadi lagu kebangsaan negara Indonesia merdeka.

“Maka untuk melihat apa yang akan terjadi pada tahun 2045, lihatlah apa yang dipersiapkan dan dikerjakan pada tahun-tahun sekarang ini, terutama oleh dan untuk Gen Z. Maka dalam konteks ini, mencintai Indonesia lebih baik lagi melalui pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI terkait Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi makin dipentingkan, supaya bisa memanen bonus demografi yang positif, jauhkan gen Z dari kondisi lemas dan cemas, agar bisa berkontribusi kembali hadirkan Indonesia Emas pada 2045,” katanya.

Dalam sosialisasi Empat Pilar ini, HNW juga menekankan pentingnya sosialisasi Empat Pilar kepada partai politik. Sosialisasi Empat Pilar MPR adalah kegiatan resmi MPR. Kegiatan ini bekerjasama dengan partai politik, Ormas, kampus, dan komunitas masyarakat lainnya. Mengapa MPR juga bekerjasama dengan partai politik dalam konteks sosialisasi Empat Pilar? Karena Partai politik melalui anggota MPR merespons tuntutan reformasi yang disampaikan oleh para mahasiswa dan masyarakat umum pada tahun 1998, dan salah satu tuntutannya adalah amandemen UUD. Kemudian MPR melakukan amandemen UUD. Amandemen membawa perubahan mendasar. Sekarang namanya menjadi UUD NRI Tahun 1945. Dulu 16 bab, sekarang 21 bab. Dari 37 pasal menjadi 73 pasal, dari 49 ayat menjadi 170 ayat.

“Dan sesuai ketentuan Konstitusi yang sekarang berlaku (UUD NRI 1945) itu, hanya partai politik lah yang diberi hak konstitusional mengajukan calon pemimpin bangsa baik di eksekutif maupun legislatif. Presiden dan wakil presiden dicalonkan hanya oleh Partai Politik. Juga hanya Partai politik yang diberi hak Konstitusional mengajukan calon anggota DPR dan DPRD. Sehingga partai politik adalah pihak yang mestinya paling paham dan paling mengamalkan tentang berbangsa dan bernegara dengan ideologi, konstitusi, cita-cita negara Indonesia merdeka. Agar dengan demikian, partai politik secara bijak dapat mengajukan calon Presiden/Wakil Presiden, anggota DPR, anggota DPRD dengan baik dan benar, apabila partai politik mengerti tentang kebaikan/keharusan kepemimpinan berbangsa dan bernegara, sebagaimana prinsip-prinsip dalam Empat Pilar MPR RI itu,” katanya.

HNW melanjutkan kita tidak bisa menyayangi Indonesia, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kalau kita tidak paham dan mengenalinya.

“Karena itu MPR menyambut sangat baik kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR bekerjasama dengan partai politik manapun, termasuk sekarang di Kupang NTT bersama PKS,” pungkasnya.

Tags: 4 Pilar MPR RIHNWIndonesia Emas 2045NKRI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ilustrasi meninggal dunia
Nasional

Dua Pemuda Ditemukan Tewas di Selokan Mustikajaya Bekasi

by snc12
20 June 2026

Suaranusantara.com – Kasus tewasnya dua pemuda berinisial D (17)...

Mahasiswa LPSR Institute of Communication & Business sukses menggelar Sorak Betawi Condet di Jakarta Timur pada Sabtu, 20 Juni 2026 (suaranusantara.com)
Nasional

Gelar Sorak Betawi Condet, Mahasiswa LSPR: Identitas Harus Dijaga dan Diwariskan di Masa Depan

by SNC 9
20 June 2026

Suaranusantara.com- Mahasiswa London School Public Relation (LPSR) Institute of...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

20 June 2026
Plt Setjen MPR RI, Siti Fauziah

Siti Fauziah : MPR Terbuka Terhadap Masukan dari Perguruan Tinggi

20 June 2026
Eddy Soeparno

Respons Pemadaman Listrik Bergilir, Eddy Soeparno Desak PLN Evaluasi Menyeluruh dan Percepat Transisi Energi

20 June 2026
Plt Setjen MPR RI Siti Fauziah saat tandatangan MoU dengan Univ Hasanudin

MPR RI dan Universitas Hasanuddin Gelar Diskusi Konstitusi Serta Teken MoU Perkuat Sinergi Kelembagaan

20 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Riccardo Calafiori
Olahraga

Arsenal Pasang Harga Tinggi, Real Madrid Mundur Teratur dari Perburuan Riccardo Calafiori

by snc 14
20 June 2026

Suaranusantara.com - Rencana Real Madrid untuk mendaratkan Riccardo Calafiori ke Santiago Bernabeu tampaknya harus menemui jalan buntu....

Jerman vs Pantai Gading

Prediksi Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Perebutan Takhta di Toronto!

20 June 2026
Belanda Swedia

Prediksi Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026: Duel Harga Diri De Oranje!

20 June 2026
PAUD Nurul Almi

PAUD Nurul Almi Serang, Terima Bantuan Alat Marching Band dari Annisa Mahesa

20 June 2026
Bus Terbakar di Tol Jagorawi Arah Bogor, Diduga Korsleting Listrik

Bus Terbakar di Tol Jagorawi Arah Bogor, Diduga Korsleting Listrik

20 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com