Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah akan bersiap meluncurkan sebanyak 33 proyek hilirisasi.
Di mana dari 33 itu, 20 di antaranya sebagian sudah memasuki tahap pertama peletakan batu pertama atau groundbreaking dan sisanya dijadwalkan bulan depan.
Lalu masih ada 13 lagi yang akan bersiap dilaksanakan dalam waktu dekat. Tiga belas proyek hilirisasi ini merupakan tambahan investasi dengan nilai mencapai Rp.239 triliun.
“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar 239 triliun (rupiah) dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil, dikutip dari siaran pers BPMI Setpres, Kamis 26 Maret 2026.
Angka tersebut merupakan tambahan proyek hilirisasi yang saat ini juga tengah digarap oleh pemerintah melalui komando Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Namun, Bahlil belum memerinci sektor-sektor dalam 13 proyek hilirisasi tersebut. “Akan kita bahas finalisasi,” tandas Bahlil.
Bahlil juga menyampaikan terkait dengan pengembangan energi alternatif sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan dan swasembada energi.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo mengarahkan agar seluruh potensi energi domestik dioptimalkan, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” imbuhnya.


















Discussion about this post