Suaranusantara.com- Jumat 27 Maret 2026 sejumlah menteri Kabinet Merah Putih (KMP) seperti Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyambangi kantor Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Para menteri menyambangi Airlangga di kantor Kemenko Ekonomi guna membahas sejumlah hal di antaranya berkaitan dengan energi yakni batu bara.
Pemerintah berencana memberlakukan bea keluar batu bara dinilai sebagai langkah tepat. Khususnya, untuk meningkatkan penerimaan negara di tengah lonjakan harga komoditas akibat konflik Timur Tengah.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut diarahkan agar defisit APBN tetap terjaga di bawah 3% terhadap PDB.
“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3% dan sesuai dengan arahan pada saat Sidang Kabinet Paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L. Dan dengan efisiensi berbagai K/L itu defisit 3% bisa dijaga,” ungkap Airlangga, dalam Rapat Terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto dikutip Jumat 27 Maret 2026.
Airlangga menyebut, rencana penerapan pajak ekspor batu bara itu guna meningkatkan penerimaan negara, seiring dengan tren kenaikan harga energi global sebagai imbas perang di Timur Tengah yang membuat pasokan beberapa sumber energi, seperti minyak dan gas menjadi terganggu.


















Discussion about this post