Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-Nilai Perjuangan RA Kartini di Masa Kini

Drt by Drt
23 April 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

2
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa upaya mewujudkan nilai-nilai yang diperjuangkan RA Kartini di masa kini butuh dukungan dan komitmen bersama, sebagai bagian penentu arah perjalanan bangsa.

“Bagaimana nilai-nilai perjuangan RA Kartini di masa kini dapat betul-betul diwujudkan. Saya kira untuk kebebasan berpikir bagi perempuan saja, rasanya masih jauh dari kenyataan,” kata Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Hari Kartini: Antara Perayaan Simbolik dan Keberlanjutan Gagasan Emansipasi yang diselenggarakan Forum Diskusi Denpasar 12 , Rabu (22/4).

Diskusi yang dimoderatori Nur Amalia (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Periode 1993-1998 – Penyusun dan Penulis buku Trilogi Kartini), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. (Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia /PGRI), dan Nyi Tri Yuliyanti Setyasari (Ketua Umum Badan Pusat Wanita Tamansiswa) sebagai narasumber.

BACAJUGA

Lestari Moerdijat: Dorong Penanganan Prioritas dan Menyeluruh Krisis Rob di Demak

Lestari Moerdijat: Kebersihan Pantai Karimunjawa Harus Konsisten Diwujudkan

Selain itu, hadir pula Retno Pinasti (Ketua Dewan Pengurus Forum Pemimpin Redaksi – Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar) sebagai penanggap.

Menurut Lestari, perlu komitmen bersama yang kuat agar mampu mewujudkan emansipasi perempuan di masa kini.

“Emansipasi itu bukan semata boleh belajar, tetapi juga harus mampu mengantarkan perempuan untuk mewujudkan cita-citanya,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa pekerjaan rumah untuk mewujudkan nilai-nilai yang diperjuangkan RA Kartini masih sangat banyak.

Terpenting, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, setiap momentum Hari Kartini harus menjadi pengingat bagi kita, apa saja yang sudah dilakukan untuk menghidupkan dan mewujudkan gagasan RA Kartini di masa kini.

“Bagaimana kita secara bersama menemukan akar masalah yang mampu memangkas kesenjangan gender dan menentukan arah perjalanan bangsa secara bersama,” pungkas Rerie.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Periode 1993-1998 – Penyusun dan Penulis buku Trilogi Kartini, Wardiman Djojonegoro mengungkapkan bahwa peringatan Hari Kartini sejatinya sudah sejak 1915.

Ketika itu, ujar Wardiman, RA Kartini meninggal pada usia 25 tahun dan meninggalkan surat-surat yang ditulis semasa hidupnya.

Sahabat RA Kartini, Abendanon mengumpulkan surat-surat itu untuk ditulis menjadi buku guna dijual dan hasilnya untuk membangun sekolah perempuan agar mandiri.

Akhirnya, tambah dia, tiga sekolah perempuan berhasil dibangun di Semarang, Bogor, dan Yogyakarta.

“Emansipasi di masa itu diperjuangkan dengan meningkatkan harkat perempuan Indonesia melalui mendirikan sekolah,” ujar Wardiman.

Sekarang, ujar Wardiman, upaya peningkatan harkat perempuan ditentukan antara lain dengan berapa banyak partisipasi perempuan di sektor ekonomi, politik, pengembangan sumber daya manusia, dan sektor di luar pendidikan.

“Saat ini, semakin kompleks faktor-faktor yang harus dipenuhi untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan,” ujar Wardiman.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi berpendapat bahwa di Indonesia saat ini mengalami lompatan-lompatan yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, melalui afirmasi kebijakan.

Pada organisasi PGRI ini, ujar Unifah, tidak ada yang membeda-bedakan dalam memilih ketua organisasi.

Namun, ujar dia, bila tidak ada afirmasi melalui kebijakan, tidak bisa diwujudkan juga perempuan memimpin.

Pada 20 tahun terakhir, ujar Unifah, PGRI di 22 dari 36 provinsi, 30%-nya dipimipin oleh perempuan. Menurut dia, ketua PGRI di tingkat kabupaten/kota mayoritas perempuan.

“Perempuan itu bisa menjadi pemimpin untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama,” ujar Unifah.

Ketika RA Kartini menulis surat yang dikirimkan kepada sahabatnya, menurut dia, sejatinya dia sedang membagikan pemikirannya kepada dunia luar.

Unifah berharap, gagasan RA Kartini dapat terus berkembang agar mampu tercipta kesetaraan yang dicita-citakan.

Ketua Umum Badan Pusat Wanita Tamansiswa Nyi Tri Yuliyanti Setyasari mengungkapkan bahwa emansipasi yang digagas RA Kartini sejatinya dilanjutkan oleh Nyi Hadjar Dewantara, istri pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara.

Organisasi Wanita Taman Siswa, ujar Nyi Tri Yuliarti, didirikan pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta oleh Nyi Hadjar Dewantara.

Menurut Nyi Tri Yuliarti, Nyi Hadjar juga berjuang di sektor pendidikan. Ketika itu, tambah dia, Taman Siswa disebut sebagai sekolah liar oleh penjajah Belanda.

Nyi Hadjar menghadapi ancaman itu, ujar Nyi Tri Yuliarti, dengan mengajak para pamong datang ke rumah masyarakat untuk mengajari para siswa di rumah masing-masing.

“Nyi Hadjar Dewantara melawan penjajah Belanda melalui jalan pendidikan dan merupakan salah satu inisiator Kongres Perempuan pertama di Yogyakarta di tengah kungkungan sosial dari penjajah Belanda,” ujarnya.

Menurut Nyi Tri Yuliarti, emansipasi memberi hak bagi perempuan untuk terus tumbuh sebagai individu dan memberi ruang sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Ketua Dewan Pengurus Forum Pemimpin Redaksi
Retno Pinasti mengira selama ini representasi perempuan di lingkungan kerjanya baik-baik saja.

Namun, tambah dia, setelah dirinya dipercaya menjadi pemimpin, ternyata mayoritas koleganya adalah laki-laki.

Retno berpendapat, kondisi tersebut terjadi karena dipicu oleh pola pikir perempuan itu sendiri. “Dengan bekal pendidikan yang memadai, pola pikir yang menghalangi perempuan menjadi pemimpin akan bisa diatasi,” ujar Retno.

Retno berharap, dengan kemajuan teknologi saat ini akan membuka akses terhadap berbagai informasi, sehingga masyarakat, baik laki-laki dan perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya.

Wartawan senior Usman Kansong berpendapat bahwa perjuangan emansipasi dan kesetaraan mestinya dipelopori oleh perempuan sendiri, tidak berharap pada laki-laki.

Hal itu, ujar Usman, bisa dimulai dengan membiasakan menyebut perempuan ketimbang wanita.

Wanita, jelas dia, mengacu pada bahasa Jawa dari kata bisa ditata-tata. Lebih baik memakai kata perempuan yang lebih egaliter.

“Karena dari kata-kata yang egaliter itulah awal mula perjuangan mencapai kesetaraan,” pungkas Usman.

Tags: Lestari MoerdijatRA KartiniWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

HUT ke 79 Bhayangkara akan digelar di Silang Monas Jakarta. Arus lalu lintas sementara dialihkan (instagram @jakarta.point)
Nasional

Spesial HUT Jakarta 2026, Tiket Masuk Ragunan, Monas, dan Belasan Museum Digratiskan

by snc4
22 June 2026

Suaranusantara.com - Pada hari ini, Senin (22/6/2026), Pemerintah Provinsi (Pemprov)...

Ilustrasi pajak motor (ist)
Nasional

STNK Mati 2 Tahun Kendaraan Langsung Bodong? Begini Aturan Aslinya

by snc12
22 June 2026

Suaranusantara.com - STNK mati 2 tahun bisa bikin data...

Sumut kembali terang usai PLN berhasil pulihkan seratus persen pasokan kelistrikan (Instagram @energijuang)

PLN Klaim Sistem Kelistrikan Jawa Membaik Usai 1 PLTU Swasta Beroperasi Lagi

22 June 2026
Dilantik Ketua MPR RI Sebagai Anggota MPR Pengganti Antar Waktu, Adela Kanasya Adies Ucapkan Sumpah Jabatan

Dilantik Ketua MPR RI Sebagai Anggota MPR Pengganti Antar Waktu, Adela Kanasya Adies Ucapkan Sumpah Jabatan

22 June 2026
LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Menakar Karakter Kebangsaan Pelajar Sulawesi Tengah

LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Menakar Karakter Kebangsaan Pelajar Sulawesi Tengah

22 June 2026
Unggul di Babak Final, SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

Unggul di Babak Final, SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

22 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Tips Minum Kopi Saat Lembur
Lifestyle

Jangan Asal Seduh! Simak Tips Minum Kopi Saat Lembur Supaya Jantung Tidak Berdebar

by snc 14
22 June 2026

Suaranusantara.com - Tips minum kopi saat lembur menjadi panduan penting yang banyak dicari oleh para profesional ketika...

Prancis vs Irak

Prediksi Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Menanti Amukan Sang Pemecah Rekor!

22 June 2026
Argentina vs Austria

Prediksi Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Messi Tatap Rekor Baru!

22 June 2026

PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Bermasalah, Pulau Jawa Kembali Terang

22 June 2026

Ombudsman Kecewa Sidak di Lapas Cibinong Diadang, Tuntut Transparansi

22 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com