Suaranusantara.com- Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut ditekankan oleh Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., dalam sambutannya saat membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Birobuli Utara, Palu Selatan, Senin (22/6/2026).
Longki menuturkan bahwa LCC MPR RI tahun ini merupakan rangkaian kompetisi tingkat nasional yang sangat ketat, melibatkan 38 provinsi di Indonesia yang telah dimulai sejak 31 Maret 2026 lalu. Kehadiran delegasi Sulawesi Tengah dalam ajang ini menandai pentingnya upaya berkelanjutan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.
“Acara ini bukan hanya sekadar lomba, namun juga sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, memahami nilai-nilai luhur bangsa, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya di hadapan para peserta dan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H., yang turut hadir menyaksikan acara tersebut.
*Pemimpin Masa Depan dan Jiwa Petarung*
Lebih lanjut, Longki menekankan bahwa para peserta yang berjuang memenangkan kompetisi ini adalah duta bangsa dan pemikir yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Ia pun mengingatkan mereka untuk terus beradaptasi dengan laju perkembangan zaman.
“Tantangan yang kalian hadapi akan lebih kompleks dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, kalian harus membekali diri dengan kecerdasan, kreativitas, dan yang terpenting karakter yang kuat,” tuturnya.
Keberhasilan sembilan sekolah yang lolos hingga babak penyisihan tingkat provinsi ini menjadi bukti nyata tumbuhnya jiwa petarung di kalangan pelajar. Hal ini juga dimaknai bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta komitmen membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.
“Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi yang menopang keberlangsungan bangsa. Pelajari maknanya, pahami esensinya, dan jadikan nilai-nilai ini sebagai kompas moral dalam setiap langkah kalian,” pesannya.
Longki menegaskan komitmen MPR RI untuk terus melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan. Memahami dan mengamalkan nilai Empat Pilar, tambahnya, tidak hanya menjadikan seseorang sebagai individu berprestasi, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab.
“Jadikanlah lomba ini sebagai momentum untuk bertumbuh dan belajar, menemukan kekuatan diri, dan mengasah potensi. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah sarana pendidikan politik kebangsaan yang bertujuan menanamkan karakter, memperkuat semangat nasionalisme, dan membekali generasi muda dengan pemahaman yang kokoh tentang Empat Pilar MPR RI,” sambungnya.
*Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi*
Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas konsistensi penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI, yang sempat terhenti akibat pandemi. Ajang ini dinilai telah berhasil memotivasi generasi muda Sulteng untuk mendalami Empat Pilar MPR RI.
Ia juga memberikan semangat kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, tidak mudah gugup, dan pantang menyerah apa pun hasil akhirnya.
“Semuanya adalah SMA terbaik di Sulawesi Tengah. Kita akan memilih siapa yang terbaik di antara kesembilan ini. Jadi saling mendukung, tidak perlu kecewa kalau tidak menang. Insya Allah, tahun depan kita ikuti kembali, supaya masing-masing SMA bisa berkesempatan menang,” paparnya.
Ajang LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ini diikuti oleh sembilan sekolah menengah atas yang sebelumnya telah berhasil lolos di tingkat kota dan kabupaten. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMKN 1 Sojol Utara; SMAN Model Terpadu Madani Palu; SMAN 1 Mepanga; SMAN 1 Luwuk; SMAN 6 Palu; SMAN 1 Tinakung; SMAN 1 Wita Ponda; SMAN 1 Tolitoli dan SMAN 6 Sigi.
Kemampuan para peserta dinilai langsung secara objektif oleh dewan juri profesional dari kalangan akademisi dan birokrat pendidikan, yakni Guru Besar / Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Prof. Dr. Aminuddin Kasim, S.Hum.; Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Dr. Suardi Daeng Mallawa S.H., M.H., C.L.D.; dan Pejabat Fungsional Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sintiadewi Mateka. S.Sos., M.A.P.
Selain Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H., Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., dan dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., acara bergengsi ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, S.Pd., M.Si., serta para guru pembimbing dari masing-masing sekolah.


















Discussion about this post