
Cianjur-SuaraNusantara
Kawasan Cianjur, Jawa Barat, sejak dulu dikenal dengan panorama pegunungannya yang indah, hingga menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan lokal, khususnya dari ibukota. Untuk lebih memperkenalkan Cianjur ke mata dunia, sebuah lomba lari pun digelar. Tidak tanggung-tanggung, jaraknya mencapai 300 km dan baru akan selesai setelah peserta menempuhnya selama berhari-hari.
Lomba lari ekstrim ini digelar di Gunung Gede-Pangrango (TNGGP), Cianjur, Jawa Barat, dan start sejak Minggu (27/11/2017) pukul 07.00 WIB silam. Lomba lari di gunung atau biasa disebut lari trail (lintas gunung atau kebut gunung) sejauh 300 km, ini baru kali pertama ini digelar di Indonesia dan merupakan lomba lari dengan jarak terjauh yang pernah digelar.
Untuk menyelesaikan jarak 300 km itu, peserta diwajibkan berlari dari titik awal di Cibodas, lalu naik menuju ke Puncak Gede dan Pangrango. Setelah itu turun lagi ke Cibodas dan lalu lari ke Puncak Gede dan Pangrango. Begitu terus hingga sebanyak 12 kali (loop).
Sebab, satu kali naik turun Cibodas dan dua puncak tersebut adalah 25 Km. Jarak itu harus diselesaikan maksimal dalam 150 jam atau hingga Sabtu (2/12/2017) pukul 13.00 WIB.
Race Director GP100 Pulung Arbiarto menambahkan, jika nomor 300 km itu hanyalah satu nomor di antara empat nomor yang lain. Yakni 100 km (4 loop), 75 km (3 loop), 50 km (2 loop). Ketiganya mulai pada Jumat 1 Desember pukul 19.00 nanti, dan 25 km (1 loop start Sabtu, 2 Desember pukul 07.00).
Total untuk empat nomor itu pesertanya lebih dari 300 orang dan juga menarik pelari dari negara tetangga hingga pelari dari Cina. ”Ini menunjukan alam kita menantang dan menarik bagi pelari luar meskipun lomba ini tidak ada hadiahnya kecuali poin untuk bisa digunakan lari di Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB),” ujarnya.
Kontributor: Dedah

















