
SuaraNusantara – Perguruan Tinggi Raharja kembali menggelar yudisium yang diikuti oleh 250 peserta, diantaranya terdiri dari lulusan akademi, sarjana dan pascasarjana yang ditandai dengan pemberian Surat Keterangan Lulus (SKL) pada, Kamis (22/03/2018).
Direktur Perguruan Tinggi Raharja, Po Abas Sunarya mengatakan, pihaknya berupaya setiap kali melakukan yudisium meningkatkan segala hal, baik dalam mutu akademik, cara pandang maupun disiplin dan mentalitasnya.
Abas menambahkan, peningkatan kualitas tersebut amat penting, sebab pihaknya tidak ingin hanya sekadar meluluskan peserta didik atau memberi gelar tanpa bisa dipertanggungjawabkan.
“Tapi yang lebih itu adalah, bagaimana caranya lulusan bisa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dari bangku kuliah ke tengah masyarakat dengan tidak ada ketersinggungan orang-orang yang ‘terlahir’ lebih dahulu. Artinya apa? Bahwa kepribadian, kesantunan dan mentalitas daya saing betul-betul harus terus ditingkatkan,” kata dia.
Selain itu, Abas meminta agar lulusan Raharja bermental petarung. Sebab bila sudah bermental petarung artinya, para lulusan betul-betul berjuang, tidak mengenal putus asa, percaya diri untuk mencapai tujuan.

Karena itu pula ujarnya, secara umum, dirinya berharap agar sistem pemodelan-pemodelan yang selama ini sudah dilaksanakan bisa terus ditingkatkan. “Kementerian kita saat ini sudah membentuk satuan kerja yang diarahkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan, dan kita telah melaksanakan melalui pemodelan-pemodelan tersebut,” ucapnya.
“Kementerian kita saat ini sudah membentuk satuan kerja yang diarahkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan, dan kita telah melaksanakan melalui pemodelan-pemodelan tersebut,” ucapnya.
Mantan anggota DPRD Kota Tangerang ini menambahkan, pemodelan-pemodelan dalam kurikulum maupun yang telah dilakukan oleh Raharja sebelum mereka mengikuti ujian ilmiah merupakan salah satu sarana pertanggungjawaban untuk melihat kelayakan kompetensi seorang mahasiswa sebelum mengikuti ujian. “Jadi bukan sekadar basa-basi, tapi karya mereka harus dipertanggungjawabkan”
“Jadi bukan sekadar basa-basi, tapi karya mereka harus dipertanggungjawabkan” tukasnya. (Nji)

















