Suaranusantara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan sedang hingga deras akan melanda banyak daerah seminggu kedepan, yakni berkisar tanggal 9 Mei sampai 15 Mei 2023.
Berdasarkan pengamatan prediksi cuaca mingguan BMKG, beberapa wilayah akan didominasi cuaca berawan sepanjang hari dengan potensi hujan sedang hingga deras pada siang dan malam hari ditanggal 9 Mei sampai 15 Mei 2023.
“Wilayah-wilayah itu antara lain pesisir barat Sumatera, Jawa bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua,” tulis BMKG.
Dengan adanya potensi curah hujan yang tinggi, masyarakat diminta agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem termasuk adanya puting beliung, hujan deras disertai kilat atau petir, hujan es.
“Waspada dampak yang dapat ditimbulkan (dari cuaca ekstrem-red) seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam sepekan kedepan,” tutur BMKG.
BMKG menuturkan bahwa curah hujan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :
- Faktor skala global yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap cuaca diwilayah Indonesia, termasuk El Nino.
“Dalam skala global, nilai SOI (Southern Oscillation Index), IOD (Indian Ocean Dipole), dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap curah hujan diwilayah Indonesia,” tulis BMKG.
Diketahui, El Nino sendiri adalah fenomena pemanasan permukaan laut disekitar Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan hingga berdampak pada kemarau kering, termasuk di Indonesia.
2.Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif pada kuadran 5 (Maritime Continent) dan menunjukkan kondisi yang signifikan untuk Indonesia.
MJO merupakan anomali sirkulasi atmosfer daerah tropis berskala besar yang menyebar ke timur dari atas Samudra Hindia Barat, dan bergerak dengan kecepatan sekitar 5 sampai 10 meter/detik dengan durasi 30 – 60 hari.
3.Gelombang atmosfer Rossby Ekuator diperkirakan aktif di Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo.
Gelombang Rossby Ekuator merupakan gelombang atmosfer yang bergerak kearah barat disepanjang wilayah ekuator (20 Lintang Utara – 20 Lintang Selatan) dengan periode kurang dari 72 hari yang umumnya bisa bertahan 7 hingga 10 hari di Indonesia.
4.Gelombang Kelvin yang diperkirakan akan aktif di Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara.
Gelombang Kelvin adalah gelombang atmosfer yang memiliki arah penjalaran mirip seperti MJO, yaitu kearah timur, tetapi dengan periode gelombang jauh lebih pendek, yaitu 2,5 smapai 20 hari.
“Faktor-faktor itu mendukung potensi pertumbuhan awan hujan disebagian wilayah Indonesia,” tulis BMKG.(ADT)


















Discussion about this post