Suaranusantara.com – Johan Rosihan, anggota Komisi IV DPR RI, mengungkapkan keprihatinannya atas merebaknya kasus antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta. Baginya, hal ini perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi pemerintah, karena telah ada korban jiwa akibat dinyatakan positif terinfeksi antraks.
Ia meminta pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus antraks pada manusia dan hewan ternak, serta mengantisipasi penyebaran penyakit ini ke daerah lain.
Johan mengutip data Kementerian Pertanian yang mencatat bahwa telah ada 12 ekor hewan ternak yang mati dan 85 warga yang dinyatakan positif terinfeksi antraks berdasarkan tes serologi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
Politisi PKS ini meminta pemerintah untuk mencegah penyebaran antraks dengan memberikan pengobatan profilaksis kepada populasi yang terpapar. Ia menjelaskan bahwa antraks adalah penyakit yang menyerang hewan dan dapat menular ke manusia melalui konsumsi daging ternak yang terinfeksi.
Johan mendesak pemerintah untuk segera mengatasi kasus antraks ini. Ia menyoroti peningkatan kasus antraks di berbagai daerah akibat penanganan penyakit hewan yang belum optimal di Indonesia. Johan mengingatkan pentingnya membangun sistem kesehatan hewan di seluruh daerah, termasuk sistem surveilans, pelaporan ke pemerintah pusat, ketersediaan vaksin, dan perlindungan kesehatan hewan kepada peternak rakyat.
Selain itu, Johan berharap adanya edukasi kepada masyarakat tentang tindakan yang harus diambil ketika ada hewan yang mati akibat antraks, yaitu segera mengubur atau membakar serta tidak mengonsumsinya. Ia menjelaskan bahwa antraks tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan dengan vaksinasi.
Johan juga menekankan kelemahan infrastruktur peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Menurutnya, penyakit hewan sering kali berdampak langsung pada kesehatan manusia dan berpengaruh pada kehidupan sosial-ekonomi para peternak. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan DPR untuk meningkatkan anggaran di sektor peternakan dan kesehatan hewan guna mengatasi masalah ini.
Ia juga mencatat bahwa belum ada keselarasan langkah dan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani penyakit hewan yang memiliki dampak besar pada kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Johan berharap kejadian merebaknya antraks ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem kesehatan hewan secara nasional.(Kml)

















Discussion about this post