
Jakarta – SuaraNusantara
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar merupakan tuduhan sadis tak berdasar.
Menurutnya, Antasari hendak membangun opini publik bahwa SBY aktor utama yang membuatnya mendekam di penjara karena kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, 15 Maret 2009 lalu.
“Antasari menuduh saya sebagai inisiator dalam kasus hukumnya. Seolah-olah dia tidak bersalah,” jelas SBY saat menggelar konferensi pers di kediamannya, kawasan Mega Kuningam Timur, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2017).
Oleh sebab itu, pihaknya mengaku terpaksa harus menyampaikan klarifikasi atas tuduhan tersebut. Bahkan kasus ini sudah diproses di Bareskrim Mabes Polri.
“Tuduhan sadis Antasari sejalan dengan jalan hukum yang saya ajukan hari ini juga. Tuduhan itu gak benar dan tanpa dasar,” kata dia.
Diakui, meski menjabat RI 1, ia mengaku tidak pernah sekalipun menggunakan kekuasaan untuk mencampuri aparat penegak hukum dalam kasus Antasari untuk kepentingan politik.
“Gak ada pikiran dan niat dari saya untuk mengorbankan Antasari, kejahatan itu gak ada hubungannya sama jabatan dan posisi saya dan posisinya Antasari,” imbuhnya.
Ketua Umum Partai Demokrat itu bahkan mendorong aparat kepolisian untuk mengungkap kembali kasus kematian Nasrudiin.
“Ungkap semua fakta, data dan kebenaran dengan gamblang,” pinta SBY.
“Saya kira yang memproses kasus Antasari masih ada semua. Mantan Kapolrinya masih ada. JPU masih ada. Jaksa Agung juga masih ada. Tolong ini bapak-bapak ceritakan kebenaran apa adanya. Jangan takut,” tukasnya.
Penulis: Has

















