Suaranusantara.com – Tanggal 2 April 2024 diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia, sebuah hari yang diakui secara internasional untuk memperkuat pengertian dan mendukung keberadaan individu dengan autisme di seluruh dunia. Ini adalah kesempatan untuk merayakan keberagaman dan membantu meningkatkan pengakuan terhadap hak-hak individu dengan autisme.
Latar Belakang
Istilah “autisme” pertama kali diperkenalkan oleh psikiater Eugen Bleuler pada tahun 1911 untuk mendeskripsikan apa yang dia lihat sebagai gejala utama skizofrenia, yaitu penarikan diri dari interaksi sosial.
Pada tanggal 18 Desember 2007, Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menetapkan 2 April sebagai Hari Kesadaran Autisme Global, dengan tujuan untuk mempromosikan kesadaran dan inklusi internasional bagi orang-orang dengan gangguan spektrum autisme.
Tema Hari Peduli Autisme 2024
Untuk tahun 2024, Sesuai dengan informasi dari situs united nations, dimana tema peduli autisme 2024 yaitu “Moving from Surviving to Thriving: Autistic Individuals Share Regional Perspectives” . Acara tahun ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pengalaman hidup orang-orang dengan autisme, melihat langsung dari perspektif mereka.
Dengan kegiatan yang menampilkan panelis yang semua merupakan individu dari berbagai wilayah dunia termasuk Afrika, Asia dan Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Karibia, Amerika Utara, dan Oseania acara ini akan menyoroti berbagai tantangan dan pencapaian.
Para peserta akan membahas pentingnya mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan orang-orang dengan autisme.
Organisasi global Institute of Neurodiversity (ION), yang mayoritas anggotanya terdiri dari individu dari kelompok neuro minoritas dan dioperasikan oleh sukarelawan dari Swiss, bersama dengan Departemen Komunikasi Global PBB, mengambil inisiatif dalam penyelenggaraan acara ini.
Perayaan ini memberikan platform yang sangat dibutuhkan untuk mendengar langsung dari mereka yang hidup dengan autisme, membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam dan inklusi yang lebih luas dalam masyarakat global.


















Discussion about this post