Suaranusantara.com- Pasangan calon (paslon) gubernur nomor urut 1 di Pilkada Banten 2024 Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi, berdasarkan real count sementara KPU, kalah dari rivalnya Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah
Berdasarkan hasil real count sementara Pilkada Banten 2024, Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi memperoleh sebanyak 2.428.709 suara atau 44,14 persen.
Sementara itu, rival Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi yakni Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah memperoleh sebanyak 3.074.027 suara atau 55,86 persen.
Atas kekalahan itu, PDI Perjuangan pun langsung menerjunkan Yasonna Laoly untuk ke Banten dengan membentuk tim.
Tim itu dipimpin oleh Yasonna Laoly, nantinya tim itu akan melakukan advokasi di Banten.
Mengingat Airin-Ade adalah paslon yang diusung oleh Golkar dan PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan melalui sekretaris Hasto Kristiyanto meyakini bahwa seharusnya Airin-Ade bisa menangi Pilkada Banten 2024.
“DPP PDI Perjuangan juga membentuk tim khusus di bawah Kepemimpinan Pak Laoly dan Pak Ronny untuk melakukan advokasi di Banten. Jadi kami percaya di Banten seharusnya Bu Airin dan Ade yang harusnya menang kalau tidak ada pengerahan berbagai instrumen dari parcok tadi. Kami yakin Bu Airin dan Ade akan menang,” kata Sekretaris PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di DPP PDIP, Minggu 1 Desember 2024.
Kata Hasto lagi tak cuma di Banten saja yang seharusnya dimenangi oleh paslon usungan PDI Perjuangan melainkan di Sulawesi Utara (Sulut) pun demikian.
Diketahui Pilkada Sulawesi Utara 2024 PDI Perjuangan mengusung, Steven Kandouw-Alfred Denny, Hasto menyebut seharusnya menang m jika tidak ada mobilisasi hingga tekanan ke gereja.
“Kalau tidak ada mobilisasi, tekanan-tekanan sampai gereja-gereja, kepala kepala desa, anggota DPRD, kami meyakini saudara Steven yang akan menang,” katanya.
Sementara di Jawa Tengah, Hasto juga yakin pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi juga seharusnya menang jika tidak ada instrumen kekuasaan dan sumber daya negara yang dikerahkan.
Ia juga menyinggung kekalahan pasangan yang diusung PDIP di Sumatera Utara dan Jawa Timur.
“Sumut, Letjen purn Edy dan Hasan Basri kami meyakini akan mampu memenangkan kalau tidak ada instrumen negara dan sumber-sumber negara yang dikerahkan. Tidak ada upaya-upaya di dalam membentengi ruang kebebasan demokrasi. Demikian pula di Jawa Timur,” ujar Hasto


















Discussion about this post