Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Polisi Tembak Siswa SMK Semarang, KPAI Tuntut Pemenuhan Anak Korban Penembakan

Feri Spt by Feri Spt
4 December 2024
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Sekolah SMK Semarang tempat belajar siswa yang menjadi korban penembakan anggota polisi. KPAI tuntut kasus penembakan siswa SMK Semarang diusut tuntas (instagram @idnfeeds.co)

Sekolah SMK Semarang tempat belajar siswa yang menjadi korban penembakan anggota polisi. KPAI tuntut kasus penembakan siswa SMK Semarang diusut tuntas (instagram @idnfeeds.co)

2
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Kasus penembakan terhadap siswa SMK Semarang bernama Gamma Rizkynata Oktaviandi (GRO) hingga akhirnya tewas, tengah menyita perhatian publik. Siswa yang diketahui berprestasi itu diketahui ditembak toleh anggota polisi pada Minggu dini hari 24 November 2024 pukul 00.19 WIB.

GRO siswa SMK Semarang ini diketahui menghembuskan nafas terakhir usai mendapat perawatan intensif di rumah sakit dr Kariadi Semarang, akibat luka tembak di bagian pinggul.

Tak hanya GRO yang menjadi korban penembakan dari anggota polisi, melainkan ada satu orang siswa lainnya yang menjadi korban hanya saja kondisinya selamat lantaran terkena di bagian tangan.

BACAJUGA

Cukupi Kebutuhan Gizi, KPAI Sarankan MBG Pakai Data Rekam Medis Anak untuk Lihat AKG: Kondisi Setiap Anak Beda-beda

Lestari Moerdijat: Perkuat Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Partisipasi semua Pihak

Namun, atas kejadian penembakan itu, dua siswa SMK Semarang yang bersama GRO pada Minggu dini hari itu mengalami trauma.

Diketahui, GRO tak sendirian kala itu melainkan bersama dua orang temannya yang juga siswa SMK Semarang.

Atas kejadian itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuntut hak anak korban kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk pada kasus penembakan siswa SMK di Semarang oleh anggota polisi.

“Dalam kasus ini ada tiga anak menjadi korban luka tembak, maka proses pemenuhan hak anaknya harus sesegera mungkin dilakukan, tidak perlu apa menunggu apa, namun siapa melakukan apa,” tegas Komisioner KPAI Diyah Puspitarini dalam keterangannya, 3 Desember 2024.

Adapun hal ini tertuang dalam Pasal 59A dan Pasal 64 UU Perlindungan Anak.

Berdasarkan rapat koordinasi yang digelar pada Jumat 29 November 2024 lalu, KPAI memastikan bahwa pemenuhan hak anak pada kasus tersebut sudah sesuai dengan amanah UU Perlindungan Anak.

Rapat koordinasi ini oleh pihak-pihak terkait di antaranya pihak sekolah tempat korban bersekolah, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Propinsi Jawa Tengah, UPTD PPA Propinsi Jawa Tengah dan UPTD PPA Kota Semarang, hingga Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan bahwa pihak sekolah segera melakukan upaya pemenuhan hak pendidikan kepada anak korban untuk memastikan mereka memiliki masa depan yang optimal.

Kemudian, UPTD PPA menyampaikan bahwa akan melakukan pendampingan kepada anak korban termasuk keluarga korban, terutama pemulihan kondisi trauma psikologis yang masih dialami oleh anak S (17) dan A (17).

Di mana, keduanya saat ini dalam kondisi mendapatkan perawatan medis disebabkan karena terkena peluru.

Sedangkan Dinas Sosial baru akan menerjunkan pekerja sosial guna mendalami informasi dan pendampingan yang akan dilakukan bagi anak korban dan anak yang terlibat.

KPAI juga meminta kepada Polda Jawa Tengah agar penanganan kasus ini dilakukan dengan cepat, transparan, dan tuntas.

Diyah mengatakan, sebelumnya polisi mengamankan sebanyak 11 anak yang terlibat dan kini mereka telah dikembalikan ke orang tua masing-masing.

Mereka sebelas anak itu memberikan keterangan bahwa bukan anggota geng melainkan hanya sekelompok anak yang tidak saling kenal bahkan tidak ada noat tawuran.

“Anak-anak yang terlibat mengklarifikasi bahwa mereka bukan geng, melainkan kelompok anak-anak yang tidak saling mengenal dan tidak berniat untuk tawuran.”

Kata Diyah, sebelas anak itu mengatakan tidak ada aktifitas kekerasan sebelum kejadian penembakan itu terjadi.

“Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada kekerasan atau pengeroyokan yang terjadi, dan tembakan itu terjadi begitu cepat dari jarak dekat saat mereka pulang,” lanjut Diyah.

Diyah mengatakan bahwa KPAI ingin memastikan hak pendidikan, kerahasiaan identitas, dan perlakuan manusiawi sesuai dengan UU Perlindungan Anak pasal 64.

Diyah mengingatkan kepada Irwasda Polda Jateng soal pelanggaran yang terjadi saat anak-anak hadir dalam konferensi pers di Polresta Semarang dan rekonstruksi di tempat umum, yang melanggar UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

Diyah mengajak seluruh pihak untuk bekerja serius menangani kasus penembakan ini dan tetap dalam kaidah perlindungan anak.

Serta dia juga mengingatkan kepada seluruh orang tua agar mengawasi anak-anak di saat bukan jam beraktififas seperti tengah malam.

“Mari semua pihak untuk bekerja serius dan menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya, agar anak-anak yang mendapat perlindungan khusus dapat segera memperoleh haknya, dan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasannya kepada anak-anak agar tidak anak tidak melakukan aktifitas pada jam tengah malam,” pungkas Diyah

Tags: KPAIPenembakanSiswa SMK Seamarang
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Perpres ILO 188 Resmi Diteken, Nasib Nelayan Siap Berubah

by SNC 7
1 May 2026

Suaranusantara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden...

Nasional

Prabowo Instruksikan Percepatan RUU Ketenagakerjaan, Target Selesai 2026

by SNC 7
1 May 2026

Suaranusantara.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penyelesaian Rancangan...

Prabowo Pastikan Potongan Ojol Dipangkas Jadi di Bawah 10 Persen

1 May 2026

Prabowo: UU PPRT Jadi Sejarah Baru Perlindungan Pekerja di Indonesia

1 May 2026

Hadiri May Day, Prabowo Tegaskan Komitmen Bela Kepentingan Rakyat

1 May 2026
Marinus Gea (Foto Suaranusantara)

Marinus Gea: Jadi Aktivis HAM Tidak Perlu Minta Izin dari Negara

1 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

10 months ago
Kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara IV Jakarta Selatan didatangi sejumlah calon menteri ada 35 orang hingga petang ini (instagram @netizenindonesiaid)

Penuhi Undangan Prabowo, hingga Petang Ini Sudah Ada 35 Calon Menteri yang Hadir di Kertanegara, Berikut Daftar Nama-namanya

2 years ago

Sinopsis Film Zombieland: Double Tap, Bertahan Hidup di Dunia yang Dipenuhi Zombie

3 years ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Kabid Perparkiran Dishub Lebak, Asep Topik.(Def)

Tahun Ini, Target PAD Retribusi Parkir di Lebak Rp 407 Juta

3 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Nasional

Keamanan Penerbangan Haji 2026 Diperketat, Kemenhub Siapkan Regulasi Khusus

by SNC 7
30 April 2026

Suaranusantara.com – Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Capt. Sigit Hani Hadiyanto, mengungkapkan kesiapan sektor keamanan penerbangan dalam...

Braga vs Freiburg

Prediksi Braga vs Freiburg: Duel Sengit Menuju Final Istanbul, Siapa Lebih Tangguh?

30 April 2026
Nottingham Forest vs Aston Villa

Prediksi Nottingham Forest vs Aston Villa: Duel Klasik Inggris Berebut Tiket Final Istanbul!

30 April 2026

Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi

30 April 2026
Lestari Moerdijat saat hadiri acara BRIN

Lestari Moerdijat: Dorong Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

30 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com