Suaranusantara.com- KPK pada hari ini Rabu 22 Januari 2025 mengungkap bahwa dari 124 pejabat baru Kabinet Merah Putih ada 123 yang sudah menyetorkan ke dalam LHKPN dan salah satunya adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.
Widiyanti Putri Wardhana selaku Menpar yang merupakan pejabat baru di Kabinet Merah Putih tengah menjadi perbincangan hangat lantaran memiliki harta kekayaan yang nominalnya melebihi Presiden RI Prabowo Subianto.
Widiyanti Putri Wardhana diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp.5,4 triliun.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp.2 triliun atau tepatnya tepatnya Rp.2.042.682.732.691,-
Artinya, ada selisih sekira Rp.3,4 triliun antara harta kekayaan Widiyanti Putri dengan Prabowo Subianto.
Widi diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp.5.435.833.014.169 (Rp 5,4 triliun). Harta tersebut berasal dari sejumlah aset.
“Total harta kekayaan Rp 5.435.833.014.169,” demikian dilansir dari laman tersebut pada Rabu 22 Januari 2025.
Lantas bagaimana profil dari Widiyanti Putri Wardhana atau akrab disapa Widi?
Widi wanita kelahiran Singapura pada 8 Desember 1970 bisa dikatakan sudah kaya sejak lahir. Sebab ternyata dia merupakan anak konglomerat ternama yakni Wiwoho Basuki Tjokronegoro, pendiri Teladan Group, perusahaan yang aktif di berbagai sektor, seperti agribisnis dan pertambangan.
Widi sendiri dilantik sebagai Menpar oleh Prabowo pada 21 Oktober 2024 lalu.
Tak cuma lahir dari keluarga kaya raya, Widi ternyata juga punya seorang suami yang merupakan konglomerat yakni Wishnu Wardhana, mantan direktur utama (Dirut) PT Indika Energy Tbk (INDY), salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia.
Wishnu sendiri saat ini menjabat sebagai Dirut PT Teladan Prima Agro (TPA) Tbk.
Sebelum menjadi Menpar, Widi menggeluti dunia bisnis selama kurang lebih tiga puluh tahun lamanya.
Widi merupakan co-founder PT Teladan Prima Agro Tbk, perusahaan agribisnis yang berfokus kepada pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, serta energi terbarukan.
Melansir laman perusahaan tersebut, TPA memulai operasi perkebunan perusahaan pada tahun 2004 di Kalimantan Timur (Kaltim), dari Kabupaten Berau dan berkembang ke Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam situs resmi perusahaan disebutkan aktivitas utama perusahaan di mulai dari pengelolaan 60.497 hektar kebun kelapa sawit (termasuk 20% lahan plasma) di Provinsi Kalimantan Timur.
Di perusahaan tersebut, Widiyanti pernah menjabat sebagai direktur 2012-2021, lalu ia juga menjabat sebagai komisaris di beberapa anak usaha PT Teladan Prima Agro.
Terakhir, ia juga merupakan Komisaris PT Teladan Prima Agro Tbk sejak 2021-2024 dan mengundurkan diri dari jabatan itu, setelah masuk ke pemerintahan sebagai Menpar.
Widi selain dikenal sebagai seorang pengusaha, ia juga merupakan Ketua Yayasan Teladan Utama dan Dewan Pengawas Yayasan Kawula Madani.
Widi pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia periode 2018-2024.
Adapun untuk pendidikan, Widi menempuh studinya di Pepperdine University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Bachelor of Arts bidang Administrasi Bisnis pada tahun 1993.
Setelah lulus, ia sempat meniti karier di sektor perbankan sebelum akhirnya terjun ke dunia agribisnis yang kemudian membentuk fondasi kariernya sebagai pengusaha.


















Discussion about this post