
Jakarta-SuaraNusantara
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt bekerja sama dengan Deutsches Filmmuseum mengadakan pemutaran film “Opera Jawa” karya Garin Nugroho pada Sabtu (21/6/2017) silam. Pemutaran film ini berkaitan erat dengan pameran “Rote Faden” (Benang Merah) yang diselenggarakan pada 16 November 2016 sampai 27 Agustus 2017 di Weltkulturen Museum di Frankfurt.
Dalam rilisnya, KJRI Frankfurt menjelaskan, pemutaran film ini merupakan kali pertama film Opera Jawa ditayangkan di layar lebar Jerman. Pemutaran film mendapatkan sambutan yang baik dari pemerhati film, diaspora maupun warga negara Jerman di Frankfurt dan sekitarnya.
“Karakter yang muncul dalam film merupakan cerminan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana (Rama, Sintha dan Rahwana),” ujar Stefanie Plappert, kurator film dari Deutsches Filminstitut, sesaat sebelum pemutaran.
Vanessa von Gliszczynski, kurator dari Weltmuseum Frankfurt, juga memberikan sambutan dan menjelaskan bahwa dalam film ini ditampilkan warna-warna dan corak kain batik yang menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam film.
“Dalam pameran ini ditampilkan beberapa kain tradisional Indonesia seperti kain batik dan ikat, serta cara pembuatannya yang penuh makna sosial,” kata Vanessa von Gliszczynski.
Film “Opera Jawa” diputar dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Jawa, dengan terjemahan teks yang menggunakan bahasa Jerman dan Perancis. Dalam sambutannya, pihak Deutsches Filmmuseum yang diwakili oleh Stefanie Plappert, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan KJRI Frankfurt yang telah memungkinkan pemutaran film “Opera Jawa” ini.
Penulis: Yon K

















