Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Pendidikan

Trenggiling, “Jelmaan Setan” yang Laris Diburu

Suara Nusantara by Suara Nusantara
18 September 2017
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
A A
Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

73
SHARES
607
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Trenggiling bisa ditemui di Pulau Nias, Mentawai, Riau, Kalimantan, Jawa, Bali dan Lombok, dan bisa dikatakan tersebar di Indonesia Barat bahkan sejenisnya pun bisa dijumpai di Burma, Malaysia, Singapura dan Filipina. Lantaran terlalu sering diburu, hewan yang jantungnya disebut-sebut mirip jantung manusia ini beresiko mengalami kepunahan.

Hewan berlidah panjang dan berliur lengket ini punya nilai jual tinggi di pasaran gelap internasional. Di dalam negeri, trenggiling dijual ratusan ribu rupiah. Ke luar negeri sudah jutaan rupiah harganya.

BACAJUGA

Intip Bocoran Spesifikasi OnePlus Watch 4: Akankah Jadi Raja Baru Smartwatch Premium?

Meluncur April! Menilik Kemewahan Visual 3.4K di Balik OnePlus Pad 4

Di beberapa daerah tertentu di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, lidah trenggiling yang dipotong dari pangkalnya dalam kondisi masih hidup dipercaya bisa dijadikan sebagai jimat penglaris usaha. Caranya, setelah lidah dipotong dari pangkal, lalu dijemur di bawah terik matahari sampai liur di lidah tersebut mengering.

Tapi hati-hati, lidah itu jangan sampai rusak, koyak, atau patah saat dipotong atau dijemur. Kalau lidah itu sudah ada cacatnya, dipercaya khasiatnya akan hilang. Lidah yang dipotong dalam kondisi trenggiling sudah mati juga tidak lagi memiliki khasiat. Lidah yang tidak terpotong sempurna dari pangkalnya juga tidak punya khasiat apa-apa.

Selanjutnya, lidah trenggiling yang sudah dijemur itu direndam dalam toples berisi minuman keras supaya awet. Cara pakai tak rumit, cukup toples minuman beralkohol berisi lidah trenggiling dimasukkan ke laci tempat uang di tempat berjualan. Kalau mau lebih ampuh, jimat lidah ini bisa dibawa ke orang pintar untuk dimantrai lebih dulu.

Sementara daging trenggiling hampir selalu disantap sebagai hidangan berkhasiat obat. Masyarakat Jepang dan Cina merupakan konsumen terbesar daging hewan ini, namun masyarakat Afrika juga banyak yang menggemari hidangan berbahan baku trenggiling, biasanya dengan cara dibakar. Daging trenggiling yang dibakar, tekstur dan rasanya menjadi seperti babat sapi.

Sedangkan di Cina dan Jepang, daging trenggiling biasanya diolah dalam bentuk sup. Khasiatnya dipercaya mampu memperkuat fungsi jantung, paru-paru, ginjal dan limpa. Penyakit yang dipercaya mampu diobati dengan trenggiling antara lain, jantung, paru-paru, darah tinggi, diabetes/kencing manis, mencegah stroke dan mempercepat penyembuhan pasca stroke, meredakan nyeri sendiri/otot, ejakulasi dini, mengobati kanker dan haid tidak teratur, serta mengatasi stress dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bukan cuma dagingnya, sisik kulit trenggiling juga diolah sebagai bahan baku kosmetik. Dipercaya, kosmetik berbahan baku sisik trenggiling mampu mencerahkan kulit. Khusus di Cina, sisik trenggiling yang dikeringkan dan dibakar dijadikan obat penyakit gelisah berlebihan (panic disorder), tangisan histeris, bahkan mampu mengobati kelumpuhan.

Dengan segudang manfaat yang sebenarnya belum pernah diteliti kebenarannya secara medis tersebut, satu kilogram sisik trenggiling bisa laku hingga Rp. 3 juta per kilo. Untuk mendapatkan berat satu kilogram, biasanya dikumpulkan dari  tiga atau empat ekor trenggiling. Sedangkan dagingnya bila sudah sampai di pasaran gelap dunia dihargai Rp. 5 juta s/d 6 juta per kilo.

Kamerun, Nigeria dan Ghana merupakan tiga negara Afrika yang menjadi pemasok terbesar sisik trenggiling di pasaran gelap dunia. Sementara para pengepul daging trenggiling di tanah air biasa menerima pasokan dari para pencari trenggiling. Setelah daging terkumpul dan dibekukan, lalu dikirim  dengan menggunakan jalur laut menuju Jepang, Cina, Malaysia, Taiwan serta Singapura.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, misalnya, trenggiling masuk daftar hewan yang dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan. Lalu pelaku perdagangan trenggiling sebenarnya dapat dijerat UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, melalui pasal 21 ayat 2 huruf a, dan pasal 40 ayat 2. Undang-undang itu berisi ancaman hukuman pidana lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Dunia internasional juga sudah melarang perdagangan trenggiling. Pertemuan konvensi internasional tentang perdagangan satwa dan tumbuhan liar yang terancam punah (Cites) telah menyetujui pelarangan perdagangan delapan spesies trenggiling. Semua negara yang hadir dalam konvensi yang digelar pada bulan September 2016 itu, termasuk Indonesia, harus patuh pada keputusan untuk tidak memperdagangan trenggiling.

Tak ketinggalan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengeluarkan fatwa melarang perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar. “Semua kegiatan perburuan yang mengakibatkan kepunahan satwa liar tanpa dasar agama atau ketentuan hukum adalah haram,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh pada bulan Maret 2014.

Meski sekarang laris diburu, pada zaman dulu hewan ini banyak ditakuti masyarakat karena bentuknya yang aneh. Jangankan memakan, menangkapnya saja tidak ada yang berani, setidaknya bagi warga pedalaman Kalimantan Selatan di era dekade 1960 hingga 1980-an.

Pada masa itu di pedalaman Kalimantan Selatan, masyarakat percaya bahwa hadirnya trenggiling di suatu desa bertanda kurang baik. Lambat laun masyarakat menjadi berani untuk memburu trenggiling, namun bukan untuk dimakan tetapi untuk dimusnahkan melalui cara dibakar, agar roh jahat yang ada di dalam tubuh binatang itu ikut musnah dan tidak menganggu manusia.

Tetapi, trenggiling yang sudah tertangkap, diikat, dan dimasukkan ke dalam karung ternyata dikabarkan sering hilang begitu saja, sehingga akhirnya muncul anggapan trenggiling sebagai jelmaan setan.

Dengan anggapan demikian, maka di era tahun-tahun tersebut populasinya cukup terpelihara, sehingga mudah dijumpai di pedalaman hutan. Berbeda dengan saat ini dimana trenggiling berada di ambang kepunahan, baik karena perburuan liar maupun karena rusak dan berkurangnya habitat akibat pembakaran hutan untuk dijadikan kawasan perkebunan.

Tubuh trenggiling lebih besar dari kucing. Berkaki pendek, berekor panjang dan berat. Hal uniknya adalah bersisik di tubuhnya, yang tersusun layaknya genting rumah. Sisik pada bagian punggung dan bagian luar kaki berwarna cokelat terang. Binatang berambut sedikit itu tidak mempunyai gigi.

Untuk memangsa makanannya yang berupa semut dan serangga, trenggiling memakan semut, telur semut, dan rayap. Untuk menggantikan fungsi gigi, dia akan memakan kerikil untuk melumatkan makanan. Trenggiling menggunakan lidah yang terjulur dan berlendir. Panjang juluran lidahnya dapat mencapai setengah panjang badan.

Pada siang hari trenggiling tidur di dalam tanah. Sarang ini biasanya dibuat sendiri atau merupakan bekas sarang binatang lain yang tidak lagi ditinggali.

Guna melindungi diri dari serangan musuh, trenggiling menyebarkan bau busuk. Ia memiliki zat yang dihasilkan kelenjar di dekat anus yang mampu mengeluarkan bau busuk, sehingga musuhnya lari. Musuh trenggiling adalah anjing dan harimau.

Binatang unik itu berkembang biak dengan melahirkan. Hanya ada satu anak yang dilahirkan seekor trenggiling betina setelah masa kehamilan dua sampai tiga bulan saja.

Jika diganggu, trenggiling akan menggulung badannya seperti bola. Ia dapat pula menyabetkan ekornya, sehingga “sisik”nya dapat melukai kulit pengganggunya.

Ada tujuh jenis Trenggiling yang masih hidup yaitu Trenggiling India (Manis crassicaudata) terdapat di India dan Srilangka, Trenggiling Cina (M. pentadactyla) terdapat di Taiwan dan RRC Selatan, Trenggiling Pohon (M. tricuspis), Trenggiling Berekor Panjang (M. tetradactyla), Trenggiling Raksasa (M.gigantea) dan Trenggiling Temmick (M. Temmicki) terdapat di Afrika serta yang terakhir adalah Trenggiling Jawa (M. javanica) terdapat di Semenanjung Malaysia, Birma, Indocina (Vietnam, Laos, Kamboja) dan pulau-pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Penulis: Yono D/dari berbagai sumber

 

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Pendaftaran Jalur Mandiri PTN Dinilai Terlalu Panjang, DPR: Rugikan PTS
Pendidikan

Pendaftaran Jalur Mandiri PTN Dinilai Terlalu Panjang, DPR: Rugikan PTS

by SNC 7
13 April 2026

Suaranusantara.com - Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri...

UNPAD siap terapkan WFH dan PJJ arahan dari Kemendiktisaintek (Instagram @unpadinfo_)
Pendidikan

Kemendiksaintek Dorong Kampus Terapkan PJJ dan WFH, UNPAD Siap Terapkan: Kami juga Ingin Bantu Pemerintah Antisipasi Krisis Energi

by Feri Spt
8 April 2026

Suaranusantara.com- Mendorong langkah efisiensi energi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains,...

Ilustrasi saat silaturahmi saling bermaaf-maafan di momen Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 (Instagram @topcareerid)

Jelang Lebaran 2026 Warga Galau Nulis Idulfitri Dipisah atau Disambung? Ini Penjelasan KBBI

17 March 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Dukung Upaya Peningkatan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa

10 March 2026

DPR Siapkan Kodifikasi Tiga UU Pendidikan untuk Benahi Tata Kelola Guru

5 February 2026
Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, di Tangerang pada Selasa 3 Februari 2026 (suaranusantara.com)

UPH Gelar Seminar Nasional 2026, Dorong Peran Keluarga Bagi Persatuan Bangsa

5 February 2026

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

6 months ago
Hasto Kristiyanto akan melawan KPK di sidang praperadilan yang digelar pekan depan Selasa 21 Januari 2025 (instagram @fakta.indo)

Bagaimana Persiapan Hasto Kristiyanto Hadapi Sidang Praperadilan Upaya Melawan KPK pada Selasa Pekan

1 year ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Puan Maharani respon soal perubahan dari Kementerian BUMN jadi BP BUMN (instagram @ketua_dprri)

Kementerian BUMN Diganti Jadi BP BUMN, Puan Maharani: Semoga Bisa Berjalan Baik

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

como
Olahraga

Prediksi Sassuolo vs Como: Misi Rebut Takhta Empat Besar!

by snc 14
17 April 2026

Suaranusantara.com - Stadion Mapei akan menjadi saksi bisu perjuangan Como untuk merajut kembali mimpi mereka ke panggung...

Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

17 April 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat di Istana Kepresidenan RI bertemu Presiden Prabowo Subianto (Instagram @bahlillahadalia)

Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Ada Apa?

17 April 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal harga BBM subsidi. Foto usai bertemu Presiden RI Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 16 April 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Bahlil Ungkap Pemerintah Sepakat Tak Naikan Harga BBM Subsidi: Insya Allah Selamanya

17 April 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal ekonomi bebas aktif. Foto saat Bahlil ditemui di Istana Merdeka usai bertemu Presiden RI Prabowo (Instagram @sekretariat.kabinet)

Bahlil Tegaskan Pemerintah Indonesia Bebas Aktif Termasuk Ekonomi: Boleh Belanja di Negara Mana Saja

17 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com