Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Persoalkan ‘Pahlawan Kafir’ dan Sebut Non Muslim Mayoritas Penghianat, Dwi Estiningsih Dilaporkan ke Polisi

Suara Nusantara by Suara Nusantara
21 December 2016
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto: Dwi Estiningsih (Istimewa)

Foto: Dwi Estiningsih (Istimewa)

4
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: Dwi Estiningsih (Istimewa)
Foto: Dwi Estiningsih (Istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di ambang kehancuran. Perang saudara bisa meletus setiap saat. Bila pemerintah terus-terusan bersikap lembek pada kelompok intoleran, bukan mustahil hal itu akan terjadi.

Apapun bisa jadi masalah di negeri ini. Timnas PSSI yang kemarin sudah hebis-habisan memperjuangkan nama bangsa saja dikritik sebagai tim kafir karena dilatih oleh pelatih bule Alfred Riedl dan Boaz Salossa sebagai kapten. Kebetulan keduanya beragama Kristen.

BACAJUGA

Prabowo Tanya ke Profesor: Kenapa RI Harus Impor Gandum?

Dasco Gelar Rapat Bersama Sejumlah Menteri dan Serikat Buruh di Senayan, Ada Apa?

Sekarang, gambar pahlawan di mata uang pun dipersoalkan. Dwi Estiningsih yang disebut-sebut sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Dia dikritik netizen gara-gara mempersoalkan 5 pahlawan nasional yang gambarnya masuk di mata uang Rupiah baru.

Dwi menyebut ke-5 pahlawan nasional itu sebagai kafir. “Luar biasa negeri yang mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir,” tulis Dwi di akun twitternya.

Ketika ada netizen yang mengingatkan Dwi bahwa pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan hanya dari kalangan umat Islam, Dwi pun ngotot tak mau kalah dengan menjawab, “Iya sebagian kecil dari non muslim berjuang, mayoritas pengkhianat. Untung sy belajar #sejarah,” tulisnya.

Entah sejarah versi siapa yang dipelajari oleh Dwi, sebab bila bicara tentang penghianat di masa sebelum dan selama revolusi, bahkan pada masa reformasi sekarang ini, pelakunya tidak didominasi oleh satu agama atau suku saja.

Bukan hanya ‘pahlawan kafir’ yang dipersoalkan perempuan ini. Tetapi pejuang asal Aceh, Cut Meutia, yang jelas-jelas beragama Islam dan diakui kedalaman ilmu agamanya, serta sangat berjasa karena berani bertaruh nyawa untuk kemerdekaan bangsa ini, juga dipersoalkan oleh Dwi.

“Cut Meutia, ahli agama & ahli strategi. Bukan ahli agama bila tak menutup aurat #lelah,” tulisnya.

Muak dengan ‘kesombongan’ Dwi yang merasa paling benar sendiri dan mungkin merasa lebih banyak jasanya untuk bangsa ini ketimbang Cut Meutia dan para ‘pahlawan kafir’, banyak pihak akhirnya merasa tersinggung. Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) bahkan melaporkan Dwi ke Polda Metro Jaya.

“Forkapri melaporkan Dwi Estiningsih atas twit berisi ujaran kebencian bernuansa SARA di akun Twitter-nya,” ujar Birgaldo Sinaga selaku kuasa hukum pelapor, Ahmad Zaenal Efendi dari Forkapri, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Menurut Birgaldo, cuitan Dwi tersebut terutama kata ‘kafir’ dinilai mengandung unsur kebencian. Dwi juga dinilai tidak menghargai kebhinekaan negara Indonesia.

“Bagi kita itu jelas sebuah penghinaan karena setiap orang memiliki iman dan kepercayaan, tapi tidak serta merta dilempar ke ruang publik dan menganggap kita tidak beriman,” kata Brigaldo.

Brigaldo berharap agar polisi segera memproses hukum Dwi. Dia mengatakan tidak mengharapkan permintaan maaf dari Dwi karena menurutnya, pernyataannya itu sudah keterlaluan.

“Terlapor Dwi Estiningaih berdasar rekam jejak kita pantau adalah seorang kader PKS, pernah nyaleg di Jogja (tapi gagal) dan dia master psikologi UGM,” lanjutnya

“Kami sangat terluka, kebetulan kami keluarga pejuang. Kami lihat ini ada upaya adu domba memecah belah,” timpal Ahmad Zaenal Efendi selaku pelapor. (eka)

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Google Pixel 10a
Uncategorized

Pengguna Pixel 10 Wajib Waspada! Bug Gmail Ini Bikin Keyboard Tiba-tiba Menghilang

by Drt
23 June 2026

Suaranusantara.com- Kehadiran teknologi AI dan pembaruan perangkat lunak sejatinya...

Citi Indonesia dan YCAB Foundation peringati Global Community Day 2026 di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026 (suaranusantara.com)
Uncategorized

Citi Indonesia Bersama YCAB Foundation Hadirkan Edukasi Finansial Inklusif Penyandang Disabilitas

by SNC 9
19 June 2026

Suaranusantara.com-Sebagai puncak rangkaian Global Community Day (GCD) 2026, Citibank,...

Lestari Moerdijat di acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di depan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia

Lestari Moerdijat: Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru untuk Dorong Kualitas Pengajaran di Tanah Air

9 June 2026
Hari Kartini, PLN Edukasi PKK dan Kenalkan PLN Mobile. (Dok: Mayzka)

Hari Kartini, PLN Edukasi PKK dan Kenalkan PLN Mobile

27 April 2026
BRIN Kembangkan Teknologi Makanan Siap Saji untuk Dukung Layanan Haji 2026

BRIN Kembangkan Teknologi Makanan Siap Saji untuk Dukung Layanan Haji 2026

22 April 2026
Konferensi press Belajaraya Jakarta 2026 yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 2 Mei 2026 (Suaranusantara.com)

Belajaraya Jakarta 2026 Siap Digelar, Dorong Kolaborasi dan Jawab Tantangan Pendidikan di Indonesia

22 April 2026

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

12 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bicara soal 55.000 ribu buruh terancam PHK (Instagram @sufmi_dasco)
Nasional

KSPSI Lapor ke Dasco Soal 55 Ribu Pekerja Terancam PHK, Imbas Kenaikan Harga Gas Industri

by Feri Spt
27 June 2026

Suaranusantara.com- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea melaporkan bahwa sebanyak 55.000 buruh...

Mensesneg Prasetyo Hadi bicara soal ancaman gelombang PHK imbas kenaikan harga gas industri (Instagram @kemensetneg.ri)

Gelombang PHK Menghantui Imbas Harga Gas Industri Mahal, Istana Turun Tangan

27 June 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi ditunjuk sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK (Instagram @kemensetneg.ri)

Mensesneg Ditunjuk Jadi Ketua Satgas PHK, Apa Tugasnya?

27 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)

Prabowo Akui Para Ilmuwan dan Guru Besar Punya Peran Penting Bagi Kemajuan Negara: Saya Libatkan Profesor di Setiap Bidang Pemerintahan

27 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat bicara dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026 (Instagram @kemensetneg.ri)

Prabowo Singgung Otomotif Nasional: Kenapa RI 81 Tahun Tak Bisa Bikin Mobil Sendiri

27 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com