Suaranusantara.com- Pasar kripto kembali menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah ketidakpastian geopolitik. Kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Amerika Serikat memberikan dorongan signifikan bagi investor, mendorong harga Bitcoin menembus level tertinggi baru.
Tak hanya Bitcoin, aset kripto utama lainnya seperti Ethereum dan Binance Coin juga mencatatkan penguatan yang solid.
Berdasarkan data terbaru dari Coinmarketcap, Rabu (12/3/2025) pukul 06.20 WIB, total kapitalisasi pasar aset kripto global melonjak 4,09% dalam sehari, mencapai US$ 2,69 triliun. Bitcoin (BTC), yang masih menjadi pemimpin pasar, mengalami kenaikan harga sebesar 4,65%, kini diperdagangkan di level US$ 82.699 per koin atau setara dengan Rp 1,35 miliar (kurs Rp 16.405 per dolar AS).
Tidak hanya Bitcoin, aset kripto utama lainnya juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Ethereum (ETH) naik 2,95% menjadi US$ 1.926 per koin, sementara Binance Coin (BNB) mengalami kenaikan 3,88% hingga menyentuh harga US$ 553 per koin.
Sumber dari Coindesk mengungkapkan bahwa pemerintah Ukraina telah menyetujui tawaran gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan oleh pemerintahan Donald Trump untuk meredakan konflik dengan Rusia. Meskipun Rusia belum memberikan respons resmi, keberlanjutan kesepakatan ini bergantung pada sikap yang akan diambil oleh Moskow. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan Ukraina dan AS yang berlangsung di Arab Saudi.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, AS akan segera mencabut pembatasan berbagi intelijen serta kembali mengirimkan bantuan militer kepada Ukraina. Langkah ini diyakini menjadi faktor utama yang memicu optimisme di pasar keuangan global, termasuk aset digital.
Selain perkembangan geopolitik, kebijakan perdagangan antara AS dan Kanada turut mempengaruhi sentimen pasar. Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, baru-baru ini setuju untuk menangguhkan kebijakan surcharges ekspor listrik sebesar 25% yang sempat diterapkan pada beberapa negara bagian AS. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap tarif impor 25% yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap barang dari Kanada, termasuk baja dan aluminium. Sebelumnya, Trump bahkan sempat mengancam akan menggandakan tarif tersebut menjadi 50%.
Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada langkah selanjutnya dari Rusia serta potensi perubahan dalam kebijakan perdagangan antara AS dan Kanada. Faktor-faktor ini diperkirakan akan terus mempengaruhi pergerakan pasar kripto dan keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.


















Discussion about this post