Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Bukan Perkebunan Sawit, Ahli IPB dan UGM Ungkap Biang Kerok Banjir Sumatera Gara-gara Ini…

Feri Spt by Feri Spt
4 December 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Ribuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir Sumatera, Bareskrim Polri naikan ke tahap penyidikan (instagram @masjidnurulashri)

Ribuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir Sumatera, Bareskrim Polri naikan ke tahap penyidikan (instagram @masjidnurulashri)

10
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Banjir bandang beberapa hari lalu melanda tiga provinsi di Indonesia di antaranya Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh.

Terlebih lagi saat peristiwa banjir Sumatera menguak sebuah rahasia. Sebab, ditemukannya ribuan kayu gelondongan yang ikut terbawa arus banjir.

Pasca bencana banjir itu, kayu-kayu gelondongan menumpuk di jalan-jalan hingga sulit dilalui. Tak hanya itu, kayu-kayu itu juga menghantam rumah-rumah warga.

BACAJUGA

Pemulihan Infrastruktur di Sumatera Diprioritaskan untuk Kembalikan Konektivitas Warga

Upaya Nyata Atasi Banjir, Pengerukan Skala Besar Kali Pesanggrahan Resmi Dimulai

Berbagai pihak menduga bahwa kayu gelondongan itu berasal dari hasil illegal logging atau penebangan liar yang diperuntukan untuk pembukaan lahan perkebunan sawit.

Lantaran hal itu, perkebunan sawit dituding jadi penyebab banjir Sumatera-Aceh.

Kendati demikian, dua guru besar dari IPB University dan peneliti hidrologi UGM menegaskan bahwa kesimpulan tersebut tidak didukung data ilmiah.

Guru Besar Kebijakan Kehutanan IPB, Prof. Sudarsono Soedomo, dan Kepala Pusat Studi Sawit IPB, Prof. Budi Mulyanto, menyampaikan bahwa analisis penyebab bencana harus dilakukan dengan cermat agar tidak menghasilkan kesimpulan keliru dan menyesatkan kebijakan.

Keduanya menilai narasi yang mengaitkan langsung pembukaan kebun sawit dengan banjir bandang di Sumatera terlalu simplistik.

“Saya tidak sependapat dengan tudingan bahwa pembukaan hutan untuk kebun sawit menjadi pemicu banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera,” tegas Prof. Budi Mulyanto, Kamis 4 Desember 2025.

Ia mengutip penjelasan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada 1 Desember 2025.

Berdasarkan data BMKG, hujan ekstrem yang terjadi di akhir November lalu mencapai 411 mm dalam satu hari, atau setara curah hujan satu setengah bulan. Kondisi inilah yang membuat tanah tidak sanggup menampung volume air secara cepat.

“Dalam ekosistem apa pun, kalau hujannya sudah ekstrem, infiltrasi pasti tidak mampu menampung. Run off pasti besar, bahkan di hutan alam sekalipun,” jelas Budi.

Selain Indonesia, bencana serupa juga terjadi di Malaysia, Thailand, dan Vietnam pada waktu yang hampir bersamaan—semuanya dipicu curah hujan ekstrem akibat dampak siklon tropis.

Sementara itu, Prof. Sudarsono Soedomo menilai bahwa kondisi kehutanan Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar isu ekspansi sawit.

Ia menyebut bahwa degradasi hutan telah terjadi jauh sebelum sawit berkembang pesat, disebabkan pembalakan liar, lemahnya penegakan hukum, dan kerusakan tata kelola.

“Hutan rusak bukan semata karena diganti sawit, tetapi karena dibiarkan menjadi open access tanpa kepastian hukum dan tanpa pengelola,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sawit kerap dijadikan kambing hitam meski persoalan sebenarnya jauh lebih luas.

Di sisi lain, isu yang kerap beredar di publik adalah anggapan bahwa pohon sawit tidak mampu menyerap air. Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak benar.

Menurutnya, banjir Sumatera terjadi karena kombinasi cuaca ekstrem dan menurunnya tutupan hutan yang berfungsi sebagai “spons raksasa”.

Merujuk data Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), sawit justru menyerap air 4,10–4,65 mm per hari, lebih tinggi dari beberapa tanaman perkebunan lain seperti kakao dan alpukat.

Tantangan sebenarnya terletak pada kondisi tanah yang berubah akibat praktik pengelolaan yang kurang baik, bukan pada kemampuan tanaman sawit itu sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanah di bawah kebun sawit memiliki kandungan bahan organik yang lebih rendah dibandingkan hutan atau kebun karet, sehingga mengurangi stabilitas agregat dan kemampuan tanah menahan air.

Namun para ahli menegaskan bahwa kondisi ini bisa diperbaiki melalui perbaikan tata kelola seperti rehabilitasi lahan, penambahan tanaman penutup tanah, dan peningkatan bahan organik.

Lebih jauh, data BNPB menunjukkan bahwa fenomena banjir merupakan persoalan global. Pada 2010–2016, 45% kejadian banjir nasional terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat—provinsi yang bukan sentra sawit. Sebaliknya, lima provinsi utama penghasil sawit hanya menyumbang sekitar 12% kejadian banjir dalam periode yang sama.

Data tersebut, menurut para ahli, menguatkan bahwa banjir bukanlah fenomena yang identik dengan keberadaan perkebunan sawit.

“Bencana ini jangan dijadikan momentum untuk membunuh karakter penggunaan lahan kita. Kalau itu terus dilakukan, kita sendiri yang dirugikan,” tegas Prof. Budi.

Para ahli sepakat bahwa solusi penanganan banjir harus menyentuh inti persoalan: memperbaiki tata kelola hutan, meningkatkan tutupan vegetasi, menguatkan konservasi, dan memastikan perkebunan—termasuk sawit—dikelola dengan prinsip keberlanjutan, bukan saling menyalahkan tanpa bukti ilmiah.

Tags: Banjirkayu gelondonganperkebunan sawitSumatera
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

HUT ke 79 Bhayangkara akan digelar di Silang Monas Jakarta. Arus lalu lintas sementara dialihkan (instagram @jakarta.point)
Nasional

Spesial HUT Jakarta 2026, Tiket Masuk Ragunan, Monas, dan Belasan Museum Digratiskan

by snc4
22 June 2026

Suaranusantara.com - Pada hari ini, Senin (22/6/2026), Pemerintah Provinsi (Pemprov)...

Ilustrasi pajak motor (ist)
Nasional

STNK Mati 2 Tahun Kendaraan Langsung Bodong? Begini Aturan Aslinya

by snc12
22 June 2026

Suaranusantara.com - STNK mati 2 tahun bisa bikin data...

Sumut kembali terang usai PLN berhasil pulihkan seratus persen pasokan kelistrikan (Instagram @energijuang)

PLN Klaim Sistem Kelistrikan Jawa Membaik Usai 1 PLTU Swasta Beroperasi Lagi

22 June 2026
Dilantik Ketua MPR RI Sebagai Anggota MPR Pengganti Antar Waktu, Adela Kanasya Adies Ucapkan Sumpah Jabatan

Dilantik Ketua MPR RI Sebagai Anggota MPR Pengganti Antar Waktu, Adela Kanasya Adies Ucapkan Sumpah Jabatan

22 June 2026
Lestari Moerdijat: Dorong Penanganan Prioritas dan Menyeluruh Krisis Rob di Demak

Lestari Moerdijat: Dorong Penanganan Prioritas dan Menyeluruh Krisis Rob di Demak

22 June 2026
LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Menakar Karakter Kebangsaan Pelajar Sulawesi Tengah

LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Menakar Karakter Kebangsaan Pelajar Sulawesi Tengah

22 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Tips Minum Kopi Saat Lembur
Lifestyle

Jangan Asal Seduh! Simak Tips Minum Kopi Saat Lembur Supaya Jantung Tidak Berdebar

by snc 14
22 June 2026

Suaranusantara.com - Tips minum kopi saat lembur menjadi panduan penting yang banyak dicari oleh para profesional ketika...

Prancis vs Irak

Prediksi Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Menanti Amukan Sang Pemecah Rekor!

22 June 2026
Argentina vs Austria

Prediksi Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Messi Tatap Rekor Baru!

22 June 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Kebersihan Pantai Karimunjawa Harus Konsisten Diwujudkan

22 June 2026
Unggul di Babak Final, SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

Unggul di Babak Final, SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

22 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com