
Pamekasan – SuaraNusantara
Isu masuknya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Pulau Madura, Jawa Timur, rupanya menjadi perhatian khusus Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pamekasan.
Pasukan pengaman NU dan ulama ini mengaku tidak gentar dengan isu tersebut. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Satkorcab Banser Pamekasan, Jamaludin kepada SuaraNusantara, Senin (24/7/2017).
“ISIS itu memang terstruktur dan gerakannya masif, tapi sama sekali kami, Banser, tidak takut,” papar Jamal.
Menurutnya, demokrasi, NKRI dan Pancasila sudah final dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.
“Banser itu kan menjunjung tinggi demokrasi, dan bagi Banser Pancasila dan NKRI sudah final,” imbuhnya.
Alumni PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu mengaku bahwa Banser Pamekasan sudah melakukan latihan khusus dalam rangka menghadapi gerakan ISIS.
“Itu (latihan khusus) sudah kami persiapkan sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan Banser,” tuturnya.
Jamal, selaku Kasatkorcab, meminta kepada anggota Banser untuk tetap waspada dan hati-hati.
“Kami sudah meminta kepada seluruh Banser di seluruh tingkatan yang ada di bawah Satkorcab Banser Pamekasan untuk tetap berkoordinasi baik dengan Satkorcab, khususnya dengan kepolisian,” tukas Jamal.
Penulis: Has

















