Suaranusantara.com – DPRD DKI Jakarta menjadwalkan pemanggilan jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada pekan depan.
Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari rentetan insiden yang terjadi belakangan ini, yakni tabrakan “adu banteng” dua armada bus di Koridor 13 Cipulir serta peristiwa sopir Transjakarta yang menabrak pengemudi ojek online (ojol) hingga motornya terlindas pada pekan ini.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ade Suherman, membenarkan rencana tersebut.
”Sebagai langkah konkret, Pimpinan Komisi B direncanakan akan meminta penjelasan direksi Transjakarta terkait dengan hal itu minggu depan dalam rapat,” kata Ade Suherman kepada wartawan, Jumat (27/2).
Ade menegaskan keselamatan warga merupakan prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. Ia menilai rangkaian kecelakaan tersebut menjadi indikasi adanya persoalan sistemik dalam manajemen risiko di tubuh Transjakarta.
”Kami menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban pengendara ojek online serta simpati bagi 23 korban luka dalam insiden ‘adu banteng’ di Koridor 13 Cipulir,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya pembenahan layanan Transjakarta, dengan fokus pada kelaikan teknis armada dan integritas infrastruktur, terutama di Koridor 13 yang dinilai sempit dan minim pencahayaan.
Ia juga menyoroti anggaran subsidi Public Service Obligation (PSO) Transjakarta dalam APBD DKI Jakarta yang mencapai Rp3,75 triliun. Menurutnya, anggaran tersebut telah mencakup kebutuhan sarana dan prasarana.


















Discussion about this post