Kota Tangerang – Satu korban Tsunami Anyer, Banten diduga merupakan warga Kecamatan Gembor, Kota Tangerang yakni atas nama Mudrik Sudrajat (31). Tsunami terjadi sekira pukul 21.00 WIB dengan ketinggian setengah meter, Sabtu (22/12/2018) malam.
Untuk itu, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengutus personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk membantu tim dalam mengevakuasi korban tsunami di Anyer, Banten, Minggu (23/12/2018).
“Saya sampaikan duka yang mendalam untuk para korban bencana di Anyer, saya sudah koordinasi dengan BPBD untuk berangkat” ujar Wali Kota Arief R. Wismansyah saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (23/12/2018).
Ia pun memerintahkan para personel untuk membantu membuka jalur Anyer yang dikabarkan terputus akibat tertutup puing-puing pasca tsunami setinggi setengah meter tersebut.
“Kabarnya jalur Anyer kan terputus karena adanya puing-puing yang ikut hanyut dan memenuhi jalanan. Kita kirimkan personil untuk membantu membersihkan sehingga mobilitas bantuan tidak terhalang jalan yang terputus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP Kota Tangerang, A. Gufron Falfeli yang ikut berangkat menuju Anyer mengatakan, pihaknya mengirimkan 20 personel untuk membantu evakuasi korban.
“Kita bersama dengan 20 personel BPBD Kota Tangerang dan 8 petugas Dinas Kesehatan untuk membantu evakuasi korban meninggal dunia maupun selamat,” ujarnya.
Untuk diketahui, gelombang tinggi menerjang wilayah Anyer dan pesisir Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam. Informasi resmi dari Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sejauh ini, ada tiga wilayah yang terkena dampak tsunami, yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. Korban jiwa dan bangunan rusak berasal dari tiga wilayah tersebut. Dan untuk korban korban tewas akibat tsunami Anyer berjumlah 20 orang dengan korban luka berjumlah 165 orang termasuk satu orang pegawai Puskesmas Gembor Kota Tangerang. (aul/nji)


















Discussion about this post