Pandeglang – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pandeglang, Rabu (5/2/2019). Mereka mendatangi RSUD Berkah Pandeglang dalam rangka melakukan pengawasan dan penanganan kesehatan akibat bencana tsunami pada 22 Desember 2018 lalu.
Rombongan anggota DPR RI Komisi IX dalam Kunjungan kerjanya ke RSUD tersebut di dampingi Bupati Irna Narulita, Direktur RSUD Berkah Firmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani.
Bupati Irna Narulita dihadapan para anggota DPR RI Komisi IX mengungkapkan, penanganan bencana tsunami bergerak cepat dan sigap, hanya saja pihaknya mengakui masih belum optimalnya keberadaan rumah sakit.
“Karena seperti diketahui rumah sakit yang menjadi penyangga bagi para korban hanya RSUD Berkah saja,” kata Irna.
Irna menyebutkan dua rumah sakit yang belum bisa dioptimalkan, diantaranya RS Labuan yang terbengkalai dan RS Pratama yang berlokasi di Kecamatan Menes yang dibangun Pemkab Pandeglang tahun lalu yang bisa beroperasi.
“Ada dua rumah sakit di Pandeglang yang belum optimal, baik itu pembangunanya yang mangkrak maupun kelengkapan peralatan dan tenaga medisnya yaitu RS Labuan dan Pratama yang ada di Kecamatan Menes, “kata Irna.
Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini sangat membutuhkan keberadaan rumah sakit tersebut, dalam penanganan bencana dan dalam rangka mengangkat derajat kesehatan masyarakat untuk kedepanya.
“Saya berharap anggota DPR RI Komisi IX bisa membantu mengatasi permasalahan keberadaan rumah sakit ini, “ungkap Irna.
Sementara itu anggota DPR RI Komisi IX sekaligus sebagai Ketua rombongan Nova Riyanti mengatakan akan segera mendorong Kementerian Kesehatan untuk segera menyelesaikan permasalahan pembangunan Rumah sakit Labuan yang sempat mangkrak dan akan segera mengoptimalisasikan tenaga medis dan alat peraga RS Pratama Menes.
“Hasil kunjungan ini kami dapat mengetahui kondisi Kabupaten Pandeglang dalam penanganan bencana belum adanya layanan kesehatan primer yang representatif disekitaran wilayah pesisir pantai, karena selama ini keberadaan rumah sakit Labuan dan RS Pratama belum bisa dioptimalkan, “pungkasnya. (aep/aul)


















Discussion about this post