Jakarta, Suaranusantara.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengupayakan pemulihan trauma, dengan layanan dukungan psikososial (LDP) untuk penyintas gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Mensos Risma melalui keterangan tertulisnya, usai memberikan bantuan untuk penyintas gempa di Cijendil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/11/2022).
Mensos Risma mengatakan, pemulihan trauma warga terdampak gempa juga dapat dilakukan sembari memberikan kegiatan untuk membangun usaha agar penyintas memiliki kesibukan.
Pelatihan usaha yang ditawarkan Kementerian Sosial (Kemensos) diantaranya pembuatan bata interlock, jajanan hingga kerajinan tangan.
“Nanti kita ajarkan membuat bata supaya ada kesibukan, karena pasti ini lama, rumah mereka banyak yang roboh. Jadi untuk mengisi kesibukan nanti kita ajarkan, selain untuk trauma healing juga bisa bantu untuk usaha,” kata Mensos Risma.
Menurut Mensos Risma, bisnis bata interlock tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia, serta dapat menjadi bisnis yang menjanjikan.
Bata yang dimaksud adalah bata interlock yang dapat menjadi serbuk ketika terjatuh.
“Nanti ada khusus campurannya, kalau jatuh, dia kayak serbuk gitu. Nanti kita siapkan, kita ajarkan. Tadi saya sudah pesan untuk alat cetaknya dan sebagainya,” kata Mensos Risma.
Program semacam itu juga sudah diterapkan dalam layanan dukungan psikososial kepada penyintas awan panas guguran Gunung Semeru pada 2021.
Oleh karena Kabupaten Cianjur kawasan yang luas, Mensos Risma tidak hanya mengandalkan sumber daya dari Kementerian Sosial saja, tetapi juga pihak lainnya yang turut membantu.
“Yang penting mereka punya kesibukan, supaya traumanya bisa segera hilang,” kata Mensos Risma.
LDP Kemensos di Cianjur pada Kamis (24/11) dilakukan di delapan titik diantaranya Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang; Kampung Munjul I, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang; Kampung Longkewang I, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.
Kemudian di Kampung Munjul 2, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang; Kampung Longkewang 2, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang; Desa Ciputri, Kecamatan Pacet; Taman Prawatasari; dan Kecamatan Warung Kondang.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total keseluruhan korban meninggal akibat bencana gempa Cianjur menjadi 272 korban jiwa.
Data tersebut berdasarkan proses pencarian yang dilakukan oleh tim evakuasi yang dilaksanakan pada Kamis (24/11).(Rnd)


















Discussion about this post