Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Kesehatan

Difteri, Penyakit Jadul yang Masih Menebar Maut

Suara Nusantara by Suara Nusantara
13 December 2017
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
Membran pada tonsil akibat difteri (Foto: Mediskus)

Membran pada tonsil akibat difteri (Foto: Mediskus)

3
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Membran pada tonsil akibat difteri (Foto: Mediskus)

Jakarta-SuaraNusantara

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada kurun waktu Oktober November 2017, Kemenkes mencatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kotanya.

Kesebelas provinsi itu, yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. 

Sebenarnya penyakit apakah difteri itu? Dan bagaimana cara mencegahnya?

BACAJUGA

PLN-PAM Jaya Bersinergi Jaga Kelancaran Pasokan Air Bersih Saat Pemeliharaan Listrik

Mengintip Vivo V70 Lite: Baterai Monster dan Layar Super Terang!

Difteri bukanlah penyakit baru. Penyakit mematikan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mewabah di banyak negara. Karena itu, difteri disebut sebagai ‘penyakit masa lalu’. Istilah difteri sendiri ada sejak diperkenalkan pada dekade 1920-an dan 1930-an.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Difteri dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan terutama anak-anak, dan juga orang dewasa. Penyakit ini sangat muidah menular, umumnya lewat batuk dan bersin dari penderita, yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diptheriae. 

Selain melalui udara, penularan difteri dapat terjadi ketika seseorang menyentuh barang-barang milik pederita yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk. Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita, juga dapat menularkan penyakit ini.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Adapun gejalanya yakni berupa demam yang tidak begitu tinggi, atau 38 derajat Celcius. Selain itu, munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan.

Gejala lainnya bisa muncul rasa sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Sering juga disertai sesak napas dan suara mengorok. 

Namun terkadang difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Antibiotik akan diberikan untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi. Dosis penggunaan antibiotik tergantung pada tingkat keparahan gejala dan lama pasien menderita difteri.

Sebagian besar penderita dapat keluar dari ruang isolasi setelah mengonsumsi antibiotik selama 2 hari. Tetapi sangat penting bagi mereka untuk tetap menyelesaikan konsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter, yaitu selama 2 minggu.

Pencegahan terbaik agar terhindar dari penyakit ini adalah dengan imunisasi. Selain itu, masyarakat juga perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun sehabis memegang suatu benda yang dicurigai mengandung kuman, menggunakan masker bila sedang batuk, bila sedang bepergian, dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika anggota keluarganya ada yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan.

Penulis: Yon K/dari berbagai sumber

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ilustrasi usia 35 tahun tampak awet muda berkat rutin olahraga dan pola hidup sehat agar awet muda (Instagram @jtclinicsid)
Kesehatan

Mau Awet Muda Bersinar di Usia 35 Tahun? Simak Lima Kebiasaan Sederhana Cegah Penuaan

by Feri Spt
23 April 2026

Suaranusantara.com- Memasuki usia 35 tahun, tentunya banyak orang yang...

Ilustrasi bergerak di usia muda untuk hidup lebih sehat dan umur panjang (Instagram @coachyuhana.kh)
Kesehatan

Ingin Sehat dan Umur Panjang? Ayo Lakukan Lima Kebiasaan Sederhana Ini di Usia 20 Sampai 30 Tahun, Dijamin Kurangi Risiko Kematian Muda

by Feri Spt
23 April 2026

Suaranusantara.com- Buat para muda-mudi berusia 20 sampai 30 tahunan,...

Kebijakan WFH akan segera diumumkan hari ini Selasa 31 Maret 2026 (Instagram @moncongpublik)

Bukan Sekedar Efisiensi Energi, Ini Manfaat WFH ASN Setiap Jumat Bagi Kesehatan Lingkungan Pakar Beberkan

13 April 2026
Kurma menjadi salah satu makanan takjil berbuka puasa yang menyehatkan (Instagram @kurma_jogja)

Nikmatnya Kurma Disantap Saat Buka Puasa Ramadan 1447 H, Hati-hati! Jangan Kebanyakan Bisa-bisa Timbulkan Efek Samping Berikut Ini

25 February 2026
Makan kurma menu sahur (Dok Halodoc)

Bukan Sekedar Takjil Buka Puasa Ramadan 1447 H, Ini Manfaat Kurma Bagi Tubuh

25 February 2026
Gorengan selalu diburu oleh masyarakat sebagai takjil buka puasa (Instagram @pralindaesty)

Waspada! Hobi Makan Gorengan Saat Buka Puasa Ada Efek Buruk Buat Kesehatan, Salah Satunya Bisa Kanker

24 February 2026

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Nasional

Politisi Gerindra: Kekuatan Ekonomi Tak Bisa Diukur Hanya dari Kurs Rupiah

by Fifi
6 June 2026

Suaranusantara.com - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai kondisi ekonomi nasional tidak dapat...

Marcus Rashford

Tekad Bulat Marcus Rashford, Setia Menanti Pinangan Barcelona!

6 June 2026
Liam Delap

Rumor Transfer: Menanti Pergerakan Fulham, Skenario Selamatkan Karier Liam Delap!

6 June 2026

Ombudsman Minta Imigrasi Jakbar Perketat Verifikasi Pengurusan KITAS Lewat Agen

6 June 2026
Manchester City

Sikut Arsenal, Manchester City Siapkan Rencana Darurat Angkut Sandro Tonali ke Etihad

5 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com