Suaranusantara.com- Buntut dari ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jimat 7 November 2025 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melakukan evaluasi ulang standar keamanan sekolah.
Ledakan diketahui berasal dari peledak yang dibawa terduga pelaku yang merupakan pelajar di SMAN 72 Jakarta itu.
Akibat ledakan itu, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke sejumlah rumah sakit guna mendapat perawatan.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan pihaknya akan mengevaluasi SMAN 72 Jakarta itu. Hal itu dikatakan Rano saat menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih dan RS Yarsi. Jakarta.
Kata Rano, langkah evaluasi ulang standar keamanan sekolah guna memastikan prosedur keselamatan di satuan pendidikan berjalan optimal serta memperkuat budaya keamanan di lingkungan sekolah.
Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI akan memperkuat sistem keselamatan di setiap sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami memahami kekhawatiran para orang tua dan keluarga korban. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama untuk lebih waspada dan memperkuat budaya keamanan di lingkungan kita,” kata Rano, Minggu 9 November 2025.
Rano juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program “Jaga Jakarta” untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Wakil Gubernur menegaskan seluruh langkah penanganan terhadap korban dilakukan secara transparan, cepat, dan terkoordinasi. Ia memastikan semua siswa yang terdampak ledakan mendapatkan perawatan kesehatan terbaik serta pendampingan penuh hingga pulih.
“Keselamatan siswa dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama kami. Kami ingin memastikan bukan hanya pemulihan fisik, tapi juga kesehatan mental anak-anak dan para guru,” ujar Rano.
Selain itu, Rano juga mengatakan biaya perawatan para korban ledakan SMAN 72 Jakarta akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian terhadap keselamatan warga, khususnya pelajar.
Selain penanganan medis, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan juga menurunkan tim untuk melakukan asesmen serta pendampingan psikologis bagi siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak insiden


















Discussion about this post