Suaranusantara.com – Inter Milan terus melanjutkan upaya mempertahankan gelar Serie A mereka saat bertandang ke markas Parma pada Sabtu, 5 April 2025, pukul 23. 00 WIB.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Nerazzurri demi peluang memperlebar jarak dengan Napoli menjadi enam poin meski menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi.
Duel ini menjadi kesempatan emas bagi Inter untuk memberikan tekanan lebih besar kepada pesaing terdekat mereka, Napoli, yang baru akan bermain dua hari kemudian.
Dengan target ambisius meraih treble musim ini, Inter baru saja menjaga asa ke final Coppa Italia setelah menahan AC Milan 1-1 pada leg pertama semifinal di San Siro.
Tammy Abraham sempat membawa Rossoneri unggul pada laga tersebut, tetapi Hakan Calhanoglu menyelamatkan Inter lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti.
Gelandang asal Turki itu menikmati momen istimewa melawan mantan klubnya, meski Nerazzurri kini mencatat empat laga tanpa kemenangan dalam Derby della Madonnina musim ini.
Jadwal Padat Menanti Inter
Usai menghadapi Parma, tantangan berat menanti pasukan Simone Inzaghi dengan jadwal yang mencakup laga melawan Cagliari, Bologna, serta dua pertemuan krusial dengan Bayern Munich di perempat final Liga Champions.
Akhir pekan lalu, Inter sukses mengamankan kemenangan 2-1 atas Udinese setelah jeda internasional. Meski harus merotasi skuad, Inzaghi tetap mampu membawa timnya mempertahankan posisi puncak dengan selisih tiga poin dari Napoli.
Dengan delapan laga tersisa, Inter masih memegang kendali penuh atas nasib mereka dalam perburuan Scudetto.
Namun, performa tandang mereka belakangan ini patut menjadi perhatian. Inter hanya mencatat satu kemenangan dari lima laga tandang terakhir Serie A, berbanding terbalik dengan delapan kemenangan beruntun yang mereka raih sebelumnya.
Dengan Stadio Tardini bukan tempat yang mudah ditaklukkan, Inter harus ekstra waspada agar tidak kehilangan momentum.
Sejarah pertemuan kedua tim di Parma menunjukkan keseimbangan, dengan masing-masing meraih tujuh kemenangan dari 18 duel liga terakhir di stadion ini, sementara empat laga lainnya berakhir imbang.
Namun, Nerazzurri punya modal positif setelah memenangkan tiga kunjungan terakhir mereka ke markas Gialloblu.
Kemenangan terakhir Parma atas Inter terjadi pada September 2018, ketika Federico Dimarco, yang kini membela Inter, mencetak gol pertamanya di Serie A untuk Parma.
Parma Berjuang Hindari Degradasi
Di sisi lain, Parma terus berjuang agar bisa bertahan di Serie A setelah promosi musim lalu. Klub yang kini ditangani mantan bek Inter, Cristian Chivu, menunjukkan peningkatan performa dengan hanya satu kekalahan dalam lima laga terakhir.
Parma mampu menahan imbang Monza dan Hellas Verona dalam duel krusial melawan sesama tim papan bawah. Dengan hasil tersebut, Gialloblu kini unggul tiga poin dari zona degradasi dan masih memiliki peluang besar untuk bertahan di kasta tertinggi.
Namun, menghadapi Inter tentu menjadi ujian berat bagi Parma. Pada pertemuan pertama musim ini, mereka kalah 3-1 di San Siro, dan kini harus mengandalkan kekuatan penuh untuk menghindari hasil serupa.
Kondisi Skuad: Inter Rotasi, Parma Tanpa Sejumlah Pemain Kunci
Simone Inzaghi dipastikan akan melakukan rotasi mengingat jadwal padat yang menanti. Nicolo Barella absen karena skorsing, sementara Yann Sommer dan Federico Dimarco diperkirakan kembali ke starting XI.
Denzel Dumfries dan Piotr Zielinski masih dalam pemulihan cedera, sedangkan Mehdi Taremi belum sepenuhnya pulih dari masalah pangkal paha.
Kapten Lautaro Martinez, yang mengalami cedera hamstring saat bertugas bersama timnas Argentina, kemungkinan besar belum siap bermain penuh dan bisa memulai laga dari bangku cadangan.
Di lini depan, Marko Arnautovic dan Joaquin Correa akan bersaing untuk menemani Marcus Thuram, yang menjadi andalan dalam serangan Nerazzurri.
Di kubu tuan rumah, Parma akan kembali diperkuat Hernani setelah menjalani skorsing, tetapi tetap kehilangan beberapa pemain kunci seperti Adrian Benedyczak, Alessandro Circati, Gabriel Charpentier, Yordan Osorio, dan Valentin Mihaila. Matteo Cancellieri juga masih diragukan tampil.
Ange-Yoan Bonny, yang mencetak enam gol musim ini, kemungkinan besar akan memimpin lini depan. Pemain muda asal Prancis itu berpeluang menorehkan sejarah sebagai pemain Prancis kedua yang mencetak tujuh gol dalam satu musim Serie A sebelum usia 22 tahun, setelah Paul Pogba.
Prediksi Susunan Pemain
- Parma (4-3-3):
Suzuki; Del Prato, Vogliacco, Valenti, Valeri; Hernani, Bernabe, Sohm; Man, Bonny, Almqvist - Inter Milan (3-5-2):
Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Darmian, Frattesi, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Arnautovic, Thuram
Prediksi Skor: Parma 0-2 Inter Milan
Meskipun Parma telah menunjukkan peningkatan di bawah asuhan Cristian Chivu, Inter tetap menjadi favorit di laga ini. Dengan kedalaman skuad yang lebih baik dan motivasi tinggi untuk mengamankan Scudetto, Nerazzurri diprediksi mampu membawa pulang tiga poin dari Stadio Tardini.


















Discussion about this post